APBN 2017 Diharapkan Realistis dan Tepat Sasaran

31-08-2016 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran DPR RI menyelenggarakan rapat kerja dengan Menteri Keuangan RI, Menteri Bappenas RI, Menteri Hukum dan HAM serta Gubernur Bank Indonesia. Dalam rapat ini membahas tentang penyampaian pokok-pokok RUU APBN 2017 dan pembentukan Panja dan Tim Perumus. 
 
 
Dalam rapat, Anggota Banggar DPR Sukiman berharap, APBN 2017 disusun secara realistis dan bisa mencapai target. "Kita tidak ingin APBN tahun 2017 ini tidak realistis, tidak tepat sasaran, bahkan tidak sesuai dengan target pertumbuhan kita," harap Sukiman saat diwawancarai selepas rapat, di Gedung Nusantara II, Selasa (30/8/2016) petang. 
 
 
Menurut Politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini,  perumusan APBN tahun 2017 penting. Dalam pembahasannya akan mempertimbangkan situasi ekonomi internasional dan tentu dalam negeri. Penerimaan negara dari sektor pajak juga menjadi sorotan dalam pembahasan.
 
 
"Dengan memaparkan situasi ekonomi secara gelobal maupun di dalam negeri ini. Terutama berkaitan dengan kondisi ekonomi kita, termasuk kemampuan daya terima negara, penerimaan dari sektor pajak maupuan non pajak. Ini harus menjadi kajian mendalam," ungkapnya menjelaskan. 
 
 
Sesuai rencana DPR dan Pemerintah menargetkan Pembahasan APBN tahun 2017 bisa selesai pada 20 Oktober. "Kita berharap pembahasan APBN tahun 2017 ini, Badan Anggaran serta komisi-komisi terkait bisa selesai pada bulan Oktober, paling lambat tanggal 20," ujar Sukiman.
 
 
Dalam agenda rapat juga ada pembentukan Panja dan Tim Perumus. Antara lain, Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RUU APBN 2017. Akan dibentuk juga, Panja Belanja Pemerintah Pusat RUU APBN 2017, Panja RUU Transfer ke Daerah dan Dana Desa RUU APBN 2017, serta  Panja Draft RUU APBN 2017. 
 
 
"Mudah-mudahan melalui panja-panja inilah kita duduk bersama dengan pemerintah. Kita tidak ingin nanti APBN kita tidak realistis, tidak sesuai dan meleset apa yang menjadi perkiraan bersama," ungkapnya. 
 
 
Inflasi juga menjadi perhatian dalam rapat, diharap inflasi tidak berdampak pada daya beli masyarakat. Melalui penyampaian pokok-pokok RUU APBN 2017, berkaitan dengan kondisi perekonomian dunia ataupun dalam negeri, ini penting sebagai dasar memberikan pertimbangan persetujuan. 
 
 
"Mudah-mudahan semua energi kita baik DPR atau pemerintah semuanya dalam rangka untuk mendorong kesejahteraan dan kemakmuran rakyat kita," harap anggota Dewan dari dapil Kalimantan Barat. (eko,mp), foto : andri/hr.

  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan Pemerintah Sepakat Target Pembangunan 2019
11-07-2018 / BADAN ANGGARAN
Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI telah sepakat atas laporan Panitia Kerja (Panja) dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN 2019. Satu...
Bahas RAPBN 2019, DPR Terus Kaji Besaran Anggaran Kementerian dan Lembaga
05-07-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI terus melakukan pendalaman terkait RAPBN 2019. Ssejumlah isu menjadi pembahasan penting dalam rangka peningkatan pos...
APBN-P Tidak Wajib Dibahas
03-07-2018 / BADAN ANGGARAN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebetulnya tidak wajib dibahas. Semuanya bergantung pemerintah sebagai pihak pengusul. Namun, bila ada...
Bila Prediksi Pemerintah Tepat, Tak Perlu APBN-P
02-07-2018 / BADAN ANGGARAN
Bila prediksi pemerintah tepat dalam menyusun asumsi makro ekonomi, maka selama tahun berjalan tak perlu lagi ada pembahasan APBN Perubahan...