DPR Minta Tenaga Honorer Penyuluh Perikanan Diangkat Jadi PNS

19-12-2016 / KOMISI IV

Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo meminta kepada pemerintah pusat agar para tenaga honorer penyuluh perikanan bantu di daerah jangan diputus kontraknya sampai ada pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

“Undang-undang ASN sekarang sudah masuk prolegnas kedepannya nanti sudah tidak ada lagi Honor semuanya sudah PNS. Makanya tolong doanya temen-temen yang sekarang sedang berjuang, ” kata Edhy saat melakukan audiensi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan kelompok nelayan di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pangkalan Pendaratan Ikan (UPTD PPI) Jl.  Pangeran Ratu,  Jakabaring, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (16/12/2016)

 

Edhy memastikan bahwa DPR saat ini sedang memperjuangkan agar para tenaga honorer bisa diangkat menjadi PNS. “Yang kita harapkan adalah 26 ribu orang tapi karena keuangan negara terbatas baru mampu 8.698 orang saja. Kami dari DPR sejak periode lalu mengawal undang-undang ASN, dan selanjutnya ada penyempurnaan. Untuk tenaga honor ini sudah harus diangkat seluruhnya tanpa alasan apapun harus diangkat, karena hitungannya nggak besar sebenarnya,” tegasnya.

 

"Tentunya memang tidak bisa kita paksakan besok harus selesai semua, karena kita melihat prioritas anggaran, yang penting progresnya, ada pertumbuhan. Untuk adik-adik tenaga bantu penyuluh, tetap semangat, jangan berkecil hati," lanjut Edhy.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Sri Dewi Titi Sari meminta agar DPR membantu memperjuangkan nasib tenaga honorer penyuluh perikanan.

 

“Waktu dengar pendapat tahun lalu Pak Yuddy Chrisnandi (mantan Menteri PAN & RB) itu ada surat resmi bahwa seluruh penyuluh pertanian perlu diperjuangkan. Masa sih Penyuluh Pertanian diangkat masa kita Perikanan tidak,” kata Sri Dewi dihadapan Komisi IV DPR.

 

Sedangkan, tambah Sri,  jumlah penyuluh perikanan keseluruhan itu hanya kurang lebih 4 ribuan. Jumlah penyuluh perikanan di Sumsel kurang lebih hanya sekitar 85 orang, " Jadi mohon ijin bapak seyogyanya kalau pertanian diangkat masak perikanan tidak, ini anak-anak saya sudah nangis bapak," harapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Sri pun memaparkan mengenai potensi kelautan dan perikanan Sumsel dimana luas perairan umum daratan mencapai 2,5 juta hektar dengan 23 jenis spesies.

 

“Oleh sebab itu, ini menjadi barometer kenapa kita terbaik di Asia Tenggara terbaik dalam kaitannya potensi terluas di kawasan Asia Tenggara dan jenis spesiesnya adalah terbanyak di Asia Tenggara,” lanjut Sri Dewi Titi Sari. (nt), foto : nita juwita/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi IV Minta Kembalikan Program Rastra
07-12-2017 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI mendesak pemerintah untuk mengembalikan anggaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2018 menjadi program Rastra dengan...
Kasriyah Alokasikan 70 Alsintan Untuk Kelompok Tani Paser
07-12-2017 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Hj Kasriyah mengalokasikan 70 unit alat mesin pertanian (Alsintan) kepada perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Kabupaten...
Resolusi Kelapa Sawit Oleh Parlemen Uni Eropa Khianati Bangsa Indonesia
07-12-2017 / KOMISI IV
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menilai ratifikasi resolusi kelapa sawit oleh Parlemen Eropa telah mengkhianati bangsa Indonesia. Hal...
Komisi IV Pertanyakan Data Lengkap Perusahaan Kelapa Sawit Tidak Miliki Plasma
06-12-2017 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi (kanan) setelah rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian,...