Membangun Stabilitas Kawasan Dibutuhkan Kerjasama Diantara Negara Sekawasan

16-01-2017 / B.K.S.A.P.

Untuk membangun stabilitas kawasan dibutuhkan kerjasama dan saling percaya diantara negara-negara sekawasan. Kepercayaan tidak bisa dibangun instan, harus dipupuk  melalui dialog terbuka dan fair.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI saat menghadiri pertemuan tahunan ke-25 Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) di Nadi, Republik Fiji, Senin (16/01/2017)

 

“Secara umum Asia Pasifik adalah kawasan yang relatif stabil. Untuk membangun stabilitas kawasan dibutuhkan kerjasama dan saling percaya di antara negara-negara sekawasan. Kepercayaan ini tidak bisa dibangun instan, melainkan harus dipupuk melalui dialog terbuka dan fair. Memang ada gejolak di Semenanjung Korea dan Laut Cina Selatan, yang salah satunya menyangkut isu nuklir,” kata Fadli.

 

Selain itu, lanjutnya, tiap negara juga harus mengedepankan penyelesaian damai atas setiap konflik yang muncul. Itu sebabnya APPF menjadi salah satu forum diplomasi yang penting.

 

Pertemuan tahunan ke-25 APPF yang dihelat di Natadola, Republik Fiji pada 15-19 Januari 2017. Dalam forum tersebut, DPR RI mengirimkan tujuh orang delegasi yang dipimpin  Wakil Ketua DPR RI  Fadli Zon. Adapun anggota delegasi lainnya adalah  Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Partai Demokrat), Yoseph Umar Hadi (Fraksi PDI-P), Dwi Aroem Hadiatie (Fraksi Partai Golkar), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Fraksi Partai Gerindra), Sartono Hutomo (Fraksi Partai Demokrat), dan Desy Ratnasari (Fraksi PAN).

 

“Dalam forum APPF ke-25 ini, Indonesia menyuarakan pentingnya penyelesaian krisis kemanusiaan di Rohingya. DPR telah meminta parlemen Myanmar supaya mendorong pemerintahnya menyelesaikan krisis kemanusiaan tersebut dengan damai dan bijaksana. Krisis kemanusiaan, di manapun, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain Rohingya, parlemen Indonesia juga menyuarakan pentingnya penanganan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina dan Suriah,” papar Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra ini.

 

Pembukaan sidang APPF yang dihadiri  Perdana Menteri Fiji Josaia Voreqe Bainimarama, Ketua Delegasi Indonesia Fadli Zon mendapat kehormatan untuk menyampaikan Vote of Thanks mewakili delegasi negara-negara yang hadir. Indonesia dan Fiji kebetulan memang memiliki hubungan diplomatik yang erat dan saling mendukung dalam forum internasional.

 

“Kita sering lupa jika Indonesia sebagai negara bukan hanya masuk wilayah Asia, tapi juga masuk wilayah Pasifik Selatan. Itu sebabnya kita harus menjaga hubungan diplomatik dengan negara-negara kepulauan Pasifik. Apalagi, secara kultur kita juga memiliki irisan kebudayaan yang besar dengan negara-negara Pasifik, seperti Papua New Guinea, atau Fiji, yang kini kebetulan jadi tuan rumah. Secara regional, negara-negara di kawasan Pasifik Selatan mayoritas penduduknya merupakan bangsa Melanesia, dan Indonesia saat ini memiliki kurang lebih 11 juta penduduk beretnis Melanesia, yang tersebar di wilayah Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua,” paparnya.

 

Dalam Sidang Tahunan ke-25 APPF 2017, delegasi parlemen Indonesia mengajukan enam usulan resolusi, salah satunya mengenai isu persamaan gender dan pemberdayaan perempuan. “Sejak sidang tahunan APPF dua tahun lalu, Indonesia menjadi inisiator penting isu gender dan pemberdayaan perempuan ini. Kita bahkan sedang mengusulkan agar soal parlemen perempuan ini masuk ke dalam statuta APPF. Selain soal perdamaian, isu gender ini menjadi bagian dari agenda diplomasi parlemen kita,” pungkasnya. (sc), foto : dok-bksap/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bahas SDG’s, Parlemen Uni Eropa akan Hadir Dalam World Parliamentary Forum
22-08-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan Duta Besar Parlemen Uni Eropa untuk Asean Fransisco Fontan...
DPR Parlemen Paling Terbuka Se-Asean
09-08-2017 / B.K.S.A.P.
Koordinator Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Bernardo R. Agawin, sebuah penyedia jasa pengembangan teknologi untuk AIPA yang dinaungi lembaga swadaya...
Biro KSAP DPR Gelar Roadshow AIPA Connect
09-08-2017 / B.K.S.A.P.
Globalisasi telah menjadi faktor pendorong bagi meningkatnya interaksi antar negara dan masyarakat di dunia. Tantangan dan masalah yang dihadapi tidak...
Ketua BKSAP Terima Dubes Oman
26-07-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf menerima Duta Besar Oman, Nagor Alsaid di ruang kerjanya, Gedung...