LPP Bisa Berperan Tingkatkan Partisipasi Pemilu

24-01-2017 / PANITIA KHUSUS

Tim Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu dalam rangka menyerap aspirasi guna menyiapkan regulasi terkait pelaksanaan Pemilu 2019 mengunjungi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI pada Selasa, (24/01/2017). Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu, Lukman Edy dan disambut oleh Direktur Utama LPP TVRI Iskandar Achmad.

 

Dalam kesempatan tersebut, Lukman mengatakan pentingnya LPP dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih, karena sebagaimana diketahui, LPP dalam hal ini TVRI dan RRI mendapatkan anggaran dari negara. Hal itu pun seiiring dengan upaya RUU Penyelenggaraan Pemilu guna meningkatkan partisipasi di masyarakat. “Soal target RUU ini untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Karena kita tidak bisa biarkan partisipasi ini menurun,” jelas Lukman.

 

Oleh karenanya, ia pun mempertanyakan apakah LPP, dengan sumber daya yang ada siap untuk mampu berupaya meningkatkan partisipasi pemilih. “Kita tanya apakah LPP ini punya kompetensi untuk mensupport partisipasi publik. Dengan jumlah pemirsa di LPP ini apakah bisa mendukung rencana program RUU itu sendiri untuk dalam rangka meningkatkan partisipasi publik,” terangnya.

 

Politisi PKB ini pun menegaskan bahwa peran LPP ini dalam konteks demokrasi sangat besar, terutama untuk mampu memberikan berita yang lebih proporsioal, ditengah maraknya media swasta yang cenderung partisan.  “Kalau ini semua bisa terjawab banyak hal yang bisa ditata. Dan hiruk pikuk yang terjadi dalam pemilu bisa disosialisasikan dan dikampanyekan secara lebih proprosional, dan LPP itu besar peranannya,” jelas Lukman.

 

Dalam kesempatan itu, ia pun juga memaparkan betapa pentingnya independensi media. Oleh karenanya, Lukman mendorong media untuk lebih objektif. “Idealnya media itu objektif, tidak subjektif. Oleh karena itu peran LPP bisa jadi garda terdepan menata itu kembali,” jelasnya.

 

Selain dihadiri Dirut LPP TVRI, Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu juga menghimpun aspirasi dari Radio Republik Indonesia (RRI) dan Antara. Sebagaimana diketahui, saat ini Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu sedang menghimpun aspirasi dari berbagai pihak, salah satunya dari instansi pers. RUU ini pun ditargetkan akan selesai pada April 2017. (hs), foto : jayadi/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kasus Penganiayaan Pencuri Sarang Burung Walet Diserahkan ke Komisi III
22-08-2017 / PANITIA KHUSUS
Pansus Hak Angket KPK menerima aspirasi dari para korban kasus penganiayaan dan penembakan pencuri sarang burung walet yang dituduhkan kepada...
Pansus Apresiasi Kesaksian Mantan Hakim Syarifuddin Umar
21-08-2017 / PANITIA KHUSUS
Pansus Hak Angket KPK DPR RI mengapresiasi kesaksian mantan Hakim Pengawas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Syarifuddin Umar. Kesaksian ini sekali...
Dalam Jalankan Fungsinya, KPK Tak Berpedoman pada KUHAP
21-08-2017 / PANITIA KHUSUS
Dalam menjalankan fungsi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sama sekali tidak berpedoman pada KUHAP dan mengabaikan prinsip-prinsip...
Agun: KPK Jangan Jadi Lembaga yang Tak Terkontrol
21-08-2017 / PANITIA KHUSUS
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh menjadi lembaga yang tak tersentuh kontrol. Banyak yang perlu ditinjau ulang dari keberadaan KPK...