Uni Eropa Prihatin atas Konflik Rohingya

26-01-2017 / B.K.S.A.P.

Uni Eropa ikut prihatin atas tragedi kemanusiaan yang menimpa komunitas Rohingya di Myanmar. Ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

 

Demikian terungkap dalam pertemuan Ketua BKSAP DPR RI Nurhayati Ali Assegaf dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend, Kamis (26/1) di DPR. “Mereka juga prihatin apa yang terjadi di Rohingya, karena tidak sesuai dengan hak asasi manusia yang sudah diratifikasi,” ujar Nurhayati kepada Parlementaria usai pertemuan.

 

Dalam perbincangan dengan Guerend banyak isu disampaikan Nurhayati, salah satunya adalah isu Rohingya yang belum terselesaikan hingga kini. Butuh dorongan dunia internasional untuk secepatnya menyelesaikan konflik di Rohingya tersebut. DPR sendiri berperan aktif atas isu ini. Lewat Dubes Uni Eropa, isu ini dibicarakan agar menjadi perhatian pula bagi pemerintah dan parlemen negara-negara Eropa. Uni Eropa harus ikut peduli terhadap masyarakat Rohingya.

 

Saat yang sama, kata Nurhayati, grup kerja sama parlemen dengan Uni Eropa juga sudah terbentuk. Ini kian memudahkan diplomasi parlemen untuk segera menyelesaikan beberapa konflik kawasan. Selain isu Rohingya, Nurhayati juga menyampaikan isu perdagangan dengan Uni Eropa yang pada 9 Maret nanti akan menggelar pertemuan di Brussel, Belgia.

 

“Kebetulan saya sendiri jadi steering committee di WTO. Nanti kita bicarakan bagaimana bisa mengaktifkan hubungan ini menjadi lebih bermanfaat,” aku Anggota Komisi I tersebut. Diuraikannya, Indonesia punya perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang biasa disebut CEPA (comprehensive economic partnership agreement). Diplomasi parlemen dibutuhkan untuk merealisasikan CEPA.

 

Namun, bicara dengan Uni Eropa, sambung Nurhayati, tidak lantas merepresentasikan negara-negara di Eropa. Uni Eropa hanya sebatas mendorong dan memberikan masukan, tidak membuat kebijakan yang mengatasnamakan negara-negara di Eropa. (mh)/foto:naefurodji/iw.  


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sidang Umum ke-38 AIPA Adopsi Usulan-Usulan Indonesia
25-09-2017 / B.K.S.A.P.
Sidang Umum AIPA ke 38 resmi ditutup oleh Presiden ke-38 AIPA sekaligus Ketua Parlemen Filipina, Pantaleon D. Alvarez di Manila,...
GKSB DPR Dorong Kerjasama Pertanian Indonesia - Slovakia
22-09-2017 / B.K.S.A.P.
Indonesia dan Slovakia memiliki potensi di bidang pertanian yang sangat besar. Oleh karena itu, delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB)...
GKSB DPR Berbagi Pengalaman Kehidupan Demokrasi dengan Slovakia
22-09-2017 / B.K.S.A.P.
Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Slovakia melakukan kunjungan kerja ke Bratislava, Slovakia, baru-baru ini. Hubungan kerjasama...
Grup Kerja Sama Sri Lanka Segera Terwujud
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Parlemen antara Indonesia dan Sri Lanka segera terwujud. Kedua negara sama-sama memandang penting hubungan ini. Diplomasi parlemen...