Baleg Cari Penyebab Maraknya Tenaga Kerja Asing Ilegal

28-01-2017 / BADAN LEGISLASI

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menilai marak Tenaga Kerja Asing sudah meresahkan masyarakat, bahkan kerugian ekonomi atau ada faktor lain yang bisa ditimbulkan akibat masuknya orang asing ini.

 

Wakil Ketua Baleg Firman Subagyo menegaskan Baleg membentuk Panitia Kerja (Panja) yang terkait dengan ketenagakerjaan, yang bukan semata-mata terkait adanya isu masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Namun ini adalah salah satu tugas amanat baru yang diberikan kepada Baleg  yang senantiasa melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan UU.

 

“Adapun maksud dilakukan pemantauan dan peninjauan UU tersebut adalah untuk mengetahui implementasi UU tersebut khususnya terkait dengan tenaga Asing dengan maraknya tenaga kerja asing yang saat ini masuk ke Indonesia,” kata Firman Subagyo, pada di Gedung DPR, Jakarta, Jum’at (27/1/2017).

 

Dengan banyaknya regulasi yang tumpang tindih sehingga menimbulkan kelemahan-kelemahan yang menyebabkan orang asing bisa masuk Indonesia dengan seenaknya.

 

“Hal ini bukan hanya tenaga asing dari Cina. Ternyata pada sektor kelautan, tenaga asing yang masuk dalam sektor perikanan tidak hanya dari cina, tetapi juga dari Filipina dan Banglades. Yang menarik juga tenaga kerja Filipina itu juga mempunyai KTP Indonesia yang masuk katagori e-KTP,” ungkapnya.

 

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, hasil dari pemantauan dan penintauan atas UU tersebut dapat dijadikan sebagai masukan Badan legislasi dalam fungsi pengawasan. Dengan adanya Panja ini tidak menutup kemungkinan, peninjauan bermanfaat bagi Baleg untuk membuat kesimpulan-kesimpulan, yang kemudian nanti akan ditemukan kelemahan dari perundangan-undangan.

 

“Ini akan menjadi salah satu rekomendasi dan nanti bisa jalan dengan rekomendasi Komisi IX dari aspek pengawasan dan baleg dari aspek pemantauan pelaksanaan UU. Kemungkinan Salah satu Kesimpulan, diampaikannya bahwa kenapa pengawasan orang asing ini dari kepolisian begitu disentralisasi di keimigrasian justru kebobolan yang luar biasa,” paparnya.

 

Juga yang terkait dengan tindak pelanggaran tenaga asing masuk ke Indonesia, Firman Subagyo, berpandangan hendaknya jangan begitu mudah Indonesia memberikan vonis bahwa ini dijerat dengan hukum keimigrasian, tapi harus juga ditelusuri lebih mendalam maksud dan tujuannya masuk ke Indonesia secara yang illegal kemudian mereka membikin KTP dan pelanggaran lain sebagainya.

 

“Ini kan sudah tindak pidana kriminal, jadi harus ada sanksi pidananya. Kalau masuknya setiap orang asing di Indonesia kemudian diberlakukan penjeratan dengan UU keimigrasian, itu tidak menyelesaikan masalah. Perlu digali lebih dalam, sehingga nanti setiap pelanggaran orang asing yang bekerja di Indonesia tidak hanya dijerat dengan UU keimigrasian tapi juga UU lain,” tegasnya.

 

Kemudian harus digali lebih dalam lagi. Oleh karena itu, perlunya keterlibatan dari penegak hukum kepolisian dan lain sebagainya untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang yang mungkin kerugian yang dihadapi Negara akibat masuknya tenaga asing secara illegal, termasuk diperikanan yang selama ini dirasakan ada pembiaran.

 

Kemudian Baleg akan mengundang Menko yang terkait dengan ketenagakerjaan untuk menanyakan tugas dan fungsinya supaya bisa mengendalikan aturan dan regulasi ini, sehingga tidak ada yang tumpang tindih lagi. (as)

BERITA TERKAIT
Baleg Siap Ambil Alih Revisi UU Narkotika
17-04-2017 / BADAN LEGISLASI
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan revisi UU Nomor 35 Tahun 2009...
Baleg Setujui RUU Larangan Praktik Monopoli
13-04-2017 / BADAN LEGISLASI
Badan Legislasi (Baleg)  DPR RI menyetujui revisi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Persetujuan...
Baleg Terima DIM Revisi UU MD3 dari Pemerintah
11-04-2017 / BADAN LEGISLASI
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menerima Daftar Inventaris Masalah (DIM) dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait revisi terbatas...
Baleg Targetkan Revisi UU MD3 Rampung Pada Masa Sidang IV
05-04-2017 / BADAN LEGISLASI
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menargetkan pembahasan revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR,  DPR,  DPD,  dan DPRD (UU...

  • SHARES