RUU Wawasan Nusantara Perkuat Keberagaman Ciptakan Persatuan

31-01-2017 / PANITIA KHUSUS

Rancangan Undang-undang Wawasan Nusantara (RUU Wasnus) disusun salah satu tujuannya untuk memperkuat keberagaman menuju persatuan. Keberagaman adalah realita dan itu harus diperkokoh dan dihargai untuk ditujukan kepada terciptanya persatuan nasional.

 

Demikian ditegaskan Ketua Pansus RUU Wawasan Nusantara Daryatmo Mardijanto usai menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Kepala Lembaga Kekerabatan Adat Ala Minangkabau, Bundo Kanduang dan Cerdik Pandai di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Senin (30/01/2017).

 

Menurut Daryatmo, dipilihnya Sumbar dalam rangka menghimpun masukan bagi pembahasan RUU Wasnus ini karena daerah ini memiliki kekhasan, spesifikasi dan peranan dalam memperkuat NKRI sejak merdeka hingga saat ini.

 

“Pansus akan mengunjungi beberapa daerah lagi guna memperkaya masukan dan wawasan pembahasan RUU ini,” kata Daryatmo.

 

Lebih lanjut Politisi F-PDI Perjuangan itu menyebutkan, Sumbar memiliki kekhasan pada ajaran Islam yang bersumber pada Al Quran yaitu matrilineal sebagai bagian yang sangat kuat memposisikan tanah dan air dalam menegakkan ke Indonesiaan serta keutuhan NKRI.

 

Selain itu, masih kata Daryatmo, kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Dwi Tunģgal Bung Karno dan Bung Hatta adalah perpaduan ke tunggal ika yang berbasis pada kebhinekaan.

 

“Jadi yang kita harapkan adalah keberagaman yang mengarah pada Bhineka Tunggal Ika, pada persatuan," tegasnya.

 

Tak dapat dipungkiri, lanjut Politisi asal dapil Jawa Tengah itu, ada ketegangan dan pemaksaan ke-ekaan itu sehingga menjadi tantangan Pansus untuk mewujudkan dalam rekontruksi nasional melalui penyusunan RUU Wasnus ini.

 

Ditekankan lagi bahwa persatuan ini tidak statis tapi dinamis yang berangkat dari keberagaman untuk membangun kegotongroyongan, tenggang rasa, toleransi sekaligus memperkuat tunggal ika dan persatuan. Masyarakat Sumbar menyambut antusias RUU ini dengan berharap masukannya diakomodir sebab perangkat UU ini akan memperkuat keberagaman dan patriotisme. (mp), foto : mastur/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Penyadapan KPK Tak Boleh Langgar HAM
27-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Dalam kesimpulan rapat kerja Komisi III DPR RI dengan KPK, kewengan penyadapan KPK menjadi poin penting yang digaris bawahi. Rapat...
Pemberantasan Korupsi Jangan Tebang Pilih
26-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang selama ini dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perhatian serius saat Raker Komisi III DPR...
Makassar New Port Bisa Seimbangkan Ekonomi Indonesia
22-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Pembangunan Makassar New Port (MNP) diharapkan banyak pihak bisa mewujudkan keseimbangan ekonomi antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur. Hal tersebut...
Ketua KPK Diduga Terlibat Korupsi Alat Berat
20-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahandjo diduga terlibat rekayasa proyek semasa menjabat Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)....