Masyarakat Sumbar Dukung Lahirnya UU Wasnus

02-02-2017 / PANITIA KHUSUS

Wakil Ketua Pansus RUU Wawasan Nusantara Khotibul Umam Wiranu mengatakan, masyarakat Sumatra Barat sangat mengapresiasi dan mendukung lahirnya UU Wawasan Nusantara. Dengan UU ini  diharapkan nilai-nilai luhur dan tradisi adat bisa tetap dipertahankan .

 

“  RUU Wawasan Nusantara adalah gugusan dari tradisi dari adat istiadat Nusantara yang sebagian sudah terlupakan,” ujarnya usai pertemuan Tim Pansus RUU Wasnus DPR dengan kalangan tokoh adat, tokoh agama, Ninik Mamak dan jajaran Pemprov Sumbar di Padang, Senin (30/1) lalu.

 

Legislator dari Partai Demokrat ini  tidak menampik RUU Wasnus disusun dengan latar belakang melunturnya nilai-nilai lokal. “ Benar bahwa hal itu terjadi akibat nilai-nilai lokal yang sudah tidak menjadi acuan dalam peraturan daerah,” jelasnya.

 

Setelah masuk era liberalisasi, aturan-aturan yang dibuat cenderung mengabaikan hal-hal yang menjadi soko guru dari masing-masing kultur.  Di Minang mereka mengakui adat-adat sudah mulai jauh dipraktekkan oleh generasi muda, moralitas sudah tidak menjadi acuan. “ Yang ada adalah nilai-nilai yang bersifat kongkrit, pragmatis dan lebih terlihat secara nyata,” ia menegaskan.

 

Lebih jauh anggota Dewan yang duduk di Komisi VIII ini mengatakan, tradisi di Minang adalah matrilineal, artinya seluruh produk kebudayaan dan adat istiadat itu sangat menghormati jalur ibu. Dengan demikian tanah tidak bisa sembarangan dijual kalau belum ada kesepakatan adat.

 

“ Ini salah satu yang mengikat orang Minang, menjadikan tanah tidak bisa terjual oleh investor asing,” jelas Khotibul. Hal lain yang menjadi pertimbangan lahirnya RUU Wasnus adalah sekarang ini kita sering fokus pada persatuan, sementara kebhinekaan sering dilupakan. Dulu orang bicara perbedaan itu takut karena yang ditekankan soal persatuan, padahal semboyan kita bhineka tunggal ika.

 

“ Tunggal ika lebih menonjol, sedang kebhinekaan tidak dimunculkan. Sehingga keragaman kebudayaan tidak menjadi cermin bangsa Indonesia, yang ada keseragaman,” pungkas Khotibul menandaskan. (mp), foto : mastur/hp.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ada Persoalan Kembangkan Kewirausahaan
14-02-2018 / PANITIA KHUSUS
Ketua Tim Pansus RUU tentang Kewirausahaan Nasional (Kewirnas) DPR RI Ichsan Firdaus (F-PG) mengatakan, kewirausahaan khususnya di sektor usaha kecil...
RUU Kewirnas Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
14-02-2018 / PANITIA KHUSUS
Potensi ekonomi Indonesia yang diharapkan dapat bersaing salah satunya adalah munculnya wirausahawan (entrepreuner) baru dari berbagai bidang usaha. Selama ini,...
RUU Kewirnas Percepat Pertumbuhan Wirausaha di Indonesia
13-02-2018 / PANITIA KHUSUS
Anggota Tim Pansus RUU Kewirausahaan Nasional (RUU Kewirnas) DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi dari F-PG, memandang Rancangan Undang-Undang tentang Kewirausahaan...
Keluhkan Tingginya Cukai, Banyak Pabrik Rokok Tutup
13-02-2018 / PANITIA KHUSUS
Anggota Pansus RUU Pertembakauan DPR RI Fadholi mengungkapkan, dari kunjungan Pansus ke beberapa daerah terungkap,pengusaha rokok mengeluhkan tingginya cukai, sehingga...