Isu Wahabisme Sudah Tidak Relevan Di Indonesia

15-03-2017 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai isu wahabisme sudah tidak menjadi persoalan dalam konteks menjalih hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi. Menurutnya isu wahabi hanya sebuah blame terhadap ekstrimitas yang didorong secara liar. Padahal Indonesia sudah bersentuhan langsung dengan berbagai pemikiran sejak lama. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pendiri bangsa yang mengenyam pendidikan di Mekkah. Hal itu diungkapkan saat ditemui di Ruang Kerjanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,  Selasa, (14/03/2017).
 
“Tak ada perbedaan, orang hanya mempertajam persoalan. Blame terhadap ektrimitas itu di dorong secara liar. Padahal Indonesia sudah bergumul dengan berbagai macam pemikiran, termasuk Wahabi. Pemimpin pergerakan nasional dan Islam rata-rata alumni Mekkah. KH Hasyim Asyari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah misalnya itu alumni Mekkah,” jelas Fahri.

Dengan latar belakang pendiri bangsa yang lama mengenyam pendidikan di Arab Saudi sehingga membuat Isu Wahabisme menjadi hal yang biasa untuk dipelajari secara akademis dalam konteks aliran pemikiran keagamaan.  Ketika mereka kembali ke Indonesia maka semangat persatuan yang disolidkan dalam rangka kepentingan nasional.
 
“Disitu mereka belajar Pan-Islamisme. Belajar tentang Wahabisme dan pemikiran keagamaan yang lain. Ketika mereka datang ke Indonesia ini menjadi sesuatu yang disolidkan sebagai kepentingan nasional dan lahirlan Pancasila,” jelas Fahri.
 
Sehingga isu wahisme bukan menjadi momok untuk dijadikan sebab untuk berkonflik dengan Arab Saudi, karena para pendiri bangsa Indonesia sudah melampaui pemahaman tersebut. “Nah sekarang ada orang yang menakut-nakuti dengan isu wahabi. Padahal itu sudah dilampaui oleh kita.  Kita tak lagi menganggapkan sebagai sesuatu yang ekstrim,” tuturnya.
 
“Kita memikirkannya sebagai suatu pandangan pemikrian yang positif dan oleh karena itu tidak ada alasan utk menjadikan ini sebagai momok bahkan menjadi sebab kita untuk berkonflik,” sambung Fahri Hamzah.
 
Politisi PKS ini pun mendorong agar Indonesia tetap terus menjalin kerjasama dengan Arab Saudi. Hal itu sudah tertuang dalam MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Ia pun mengedukasi untuk tidak terpengaruh terhadap isu yang menjauhkan hubungan baik antara Indonesia dan Arab Saudi, salah satunya melalui isu Wahabisme. (hs/sc) Foto : Arief/od.

 

BERITA TERKAIT
Indonesia dan Portugal Sepakat Tingkatkan Hubungan Kedua Negara
27-03-2017 / PIMPINAN
Indonesia dan Portugal sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara, baik hubungan Pemerintah maupun Parlemen antar kedua negara. Peningkatan hubungan itu...
DPR Berusaha Cermat Menguji Calon Anggota KPU dan Bawaslu
27-03-2017 / PIMPINAN
Belakangan ini surat kabar nasional cetak maupun online sedang gencar memberitakan tentang pemilihan Anggota KPU dan Bawaslu masa bakti 2017-2022....
Fadli Zon: Tan Malaka Sebagai Nasionalis Muslim
27-03-2017 / PIMPINAN
Tan Malaka adalah tokoh yang penting dalam pendirian Republik Indonesia, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam sambutan diskusi yang...
Ketua DPR Himbau Masyarakat Kedepankan Solidaritas
27-03-2017 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Setya Novanto menilai beberapa peristiwa yang terjadi  antara angkutan berbasis online dengan angkutan berbasis konvensional dapat menggerus...

  • SHARES