DPR Bahas Pembentukan Pusat Riset Panas Bumi dengan Beberapa Kementerian

16-03-2017 / PIMPINAN

Energi panas bumi (geothermal) adalah salah satu energi terbarukan yang potensinya amat besar di Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, DPR RI menggelar rapat konsultasi dengan Kemen Risteki-dikTi, Kementerian Pan-RB, Kementerian ESDM, Kementerian Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas, Menteri Keuangan, dan Presiden Direktur PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna membahas pembentukan Pusat Riset Panas Bumi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/03/2017).

 

“Kita ketahui bahwa potensi panas bumi kita cukup tinggi, yakni hampir 30 Giga Watt. Sementara yang baru termanfaatkan sebesar 1500 Mega Watt, berarti baru hanya sebesar 5 persen nya. Karena hal ini harus didahului dengan riset, maka kita sudah tetapkan badan mana yang yang harus melakukan riset dan sumber pendanaannya,” ucap Agus Hermanto.

 

Ia menjelaskan, saat ini yang menjadi sumber keuangannya sudah siap, yaitu  dari World Bank dan dari SMI. Namun memang masih mengalami keterlambatan, namun hari ini telah dihasilkan suatu keputusan yang mendorong agar secepatnya bisa dilakukan riset mengenai geothermal tersebut.

 

“Dengan demikian kita dapat mengurangi ketergantungan kita kepada migas. Seperti kita ketahui ketergantungan terhadap fosil cukup tinggi, oleh karenanya perlu ada langkah untuk mengantisipasinya, yakni dengan menggunakan energi geothermal  dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.

 

Saat ini masih 5 persen, kalau bisa ditingkatkan hingga 15 atau 20 persen mungkin listrik kita tidak akan gampang padam. Dana-dana yang ada juga bisa terserap.

 

“Dana yang ada tersebut bukanlah dana APBN, melainkan dana hibah dari negara-negara maju yang bersedia memberikan anggarannya untuk menjaga masalah lingkungan. Amat disayangkan bila dana hibah itu tidak secepatnya kita dorong untuk digunakan, padahal kita membutuhkan energi geothermal secepatnya,” paparnya.

 

Agus menjelaskan bahwa setelah dilaksanakan riset tentang geothermal itu, kemudian dilanjutkan dengan  melakukan pengeboran, agar kita dapat mengeksplorasi energi panas bumi yang dapat digunakan untuk menghidupkan turbin-turbin listrik.

 

“Kalau listrik kita mencukupi maka hal itu merupakan perjalanan diambang kemakmuran, dan bila energi kita tercukupi maka semua sektor juga akan bergerak. Untuk meminimalisir kesalahan penentuan titik-titik pengeboran tersebut, kita telah menginventarisir badan riset handal yang kita miliki untuk menghasilkan riset yang terbaik. (dep,mp)/foto:andri/iw.

BERITA TERKAIT
Fadli Zon Tinjau Lokasi Sengketa Tanah di Condet
30-03-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam Fadli Zon didampingi Wakil Ketua Komisi I Asril Hamzah Tanjung dan Anggota Komisi IV Endro...
DPR dan Parlemen Bahrain Tandatangani MoU Perkuat Kerjasama Berbagai Bidang
30-03-2017 / PIMPINAN
Ketua DPR Setya Novanto di Lantai III Gedung Nusantara III Senayan, Rabu (30/3/2017), menerima Ketua Parlemen Bahrain (Speaker of the...
Pencegahan Korupsi Harus dengan Cara Ilmiah
30-03-2017 / PIMPINAN
Dalam hal pemberantasan korupsi jangan terjebak dalam mitologi atau khayalan, karena korupsi itu sifatnya ilmiah, oleh karenanya cara mencegahnya juga...
DPR Pastikan Redistribusi Aset dan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat
29-03-2017 / PIMPINAN
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Rapat Konsultasi dengan sejumlah menteri, membahas program Redistribusi Aset dan Reforma Agraria...

  • SHARES