Setjen Ingin Wujudkan Museum DPR Modern

17-03-2017 / LAIN-LAIN

Museum DPR RI akan menjadi Museum Modern yang memuat berbagai jenis barang-barang bersejarah mengenai perjalanan Parlemen Indonesia dari masa ke masa. Museum ini diharapkan menjadi wahana pengetahuan dan tempat belajar bagi generasi bangsa dalam mengetahui penyelenggaraan negara oleh wakil rakyat di DPR.

 

Kepala Bidang Arsip dan Museum Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR Lili Trisnaningsih mempunyai misi menjadikan museum DPR menjadi yang modern, yang dapat mempresentasikan dan menggambarkan perpolitikan, demokrasi, dan pembangunan bangsa Indonesia.  

 

“Museum DPR menjadi milik bangsa dan bisa mempresentasikan dan menggambarkan politik dan demokrasi bangsa Indonesia.  Museum DPR perlu dikemas jadi Museum Modern,” katanya, saat Forum Group Discussion (FGD) Permuseuman dengan tema "Registrasi, Database dan Dokumentasi Koleksi Museum", di Gedung Nusantara I DPR, Kamis (16/3/2016).

 

Lili Trisnaningsih mengatakan, dalam mewujudkan Museum DPR yang modern, selain dukungan sember daya manusia (SDM), juga diperlukan dukungan Pimpinan Dewan, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), dan Setjen DPR.

 

“Untuk peningkatan dan pengembangan Museum DPR ini perlu dukungan SDM dan dukungan dari pihak pimpinan sekertariat Jendral, pimpinan dewan, dan BURT baik secara dukungan politis, rencana strategis, maupun anggaran,” jelasnya.

 

Menurut Lili, yang masih jadi kendala yang dihadapi Museum DPR adalah masih terbatasnya ruang museum dan kurangnya SDM.“Ruang yang terbatas membuat banyak koleksi museum yang tidak dapat ditampilkan, dan jumlah SDM dan kualitas serta jumlah SDM perlu ditingkatkan,” tekan dia.

 

Kepala Bidang Registrasi dan Dokumentasi Museum Nasional Ita Yulita sebagai narasumber FGD, menilai Museum DPR termasuk museum sejarah yang biasa dikembangkan. Dengan demikian pengunjung berantusias untuk melihat dan belajar mengenai Lembaga Perwakilan Rakyat.

 

“Keberadaan museum DPR saya sendiri melihat bagus, apalagi Museum DPR termasuk museum sejarah, dimana pengunjung dapat melihat bagaimana perkembangan parlemen di Indonesia dari masa ke masa,” ungkapnya.

 

Lebih Lanjut, Ita Yulita menekankan museum DPR ini harus dikemas agar dapat lebih menarik dengan melakukan pengelolaan museum dengan lebih baik dan mencari benda-benda yang memenuhi syarat sebagai koleksi museum DPR,” tegasnya. (as) Foto:Jaka/od.

BERITA TERKAIT
Biro Pemberitaan Parlemen Raih Dua Penghargaan PRI Award 2017.
27-03-2017 / LAIN-LAIN
Program Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2017 memberikan dua penghargaan kepada Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI untuk kategori media internal sub kategori...
DPRD Probolinggo Konsultasi Raperda Ke BKD DPR RI
24-03-2017 / LAIN-LAIN
Kepala Badan Keahlian DPR RI (BKD) Johnson Rajagukguk menerima kunjungan DPRD Porbolinggo di Gedung Setjen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu...
BPKP Perwakilan Sumut Telah Lakukan Pendampingan SAP Berbasis Akrual
22-03-2017 / LAIN-LAIN
  Tim Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PKAKN), Badan Keahlian DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan...
Reformasi Birokrasi Setjen dan BKD, Ada Peningkatan Nilai Tapi Belum Signifikan
22-03-2017 / LAIN-LAIN
Dari evaluasi yang telah dilakukan, pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) di Sekertariat jenderal (Setjen) DPR RI pada 2016 telah terjadi peningkatan...

  • SHARES