PIA DPR-RI Terima Kunjungan PIA DPRD Gorontalo

17-03-2017 / LAIN-LAIN

Persaudaraan isteri Anggota (PIA) DPR RI menerima kunjungan ibu-ibu dari Persatuan Isteri Anggota (PIA) DPRD Provinsi Gorontalo, di ruang rapat Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/3). 

 

“Alhamdulillah, hari ini untuk pertama kalinya kami menerima kunjungan dari Persatuan isteri Anggota (PIA) Provinsi Gorontalo. Ini menjadi langkah yang sangat baik bagi PIA DPR RI maupun PIA DPRD Gorontalo untuk saling belajar dan bertukar informasi tentang berbagai hal,” ujar Wakil Ketua Umum PIA DPR RI, Grace Fadli Zon yang memimpin pertemuan tersebut. 

 

Pada kesempatan itu salah satu peserta PIA DPRD Gorontalo mempertanyakan kiat anggota PIA DPR RI terhadap isu yang menghampiri para suami yang notabene merupakan anggota dewan. Terkait hal itu, Wakil Ketua PIA DPR RI, Ista Agus Hermato mengatakan bahwa pihaknya selalu menjelaskan kepada putra-putrinya akan tugas dan pekerjaan ayahnya sebagai anggota DPR sekaligus politisi yang rentan terhadap isu-isu atau berita miring. Dengan penjelasan tersebut ia meyakini sang anak pasti akan mengerti dengan konsekwensi dari tugas dan pekerjaan sang ayah. 

 

“Tidak hanya itu, sebagai isteri, pendamping suami, kami juga berusaha untuk memberi kekuatan terhadap suami, karena pastinya pekerjaan dan tugas-tugas negara yang tidak mudah dan begitu memakan waktu dan pikirannya. Disanalah tugas kita untuk sekedar mendengarkan sharing dari suami. Dan terakhir yang sangat penting, kita jangan pernah lupa untuk mendoakan suami agar terhindar dari segala macam isu dan berita juga tindakan yang tidak baik,”jelas Ista Agus Hermanto. 

 

Ditambahkan Grace, bahwa isu atau berita miring bagi seorang politisi itu merupakan hal yang biasa. Dan itu bagian dari yang harus dijalankan anggota PIA DPR RI sebagai isteri dari politisi. Namun dengan kedewasaan politik, hal tersebut tidak harus ditanggapi dengan stress atau pikiran yang tidak baik juga.   

 

“Namanya isu bagi politisi itu hal yang biasa, itu menjadi bagian dari yang harus dijalankan. Mau dibuat stress bisa, tapi mau dibuat santai pun bisa. Seperti Pilkada DKI Jakarta. Saya (Fraksi Gerinda) dan bu Letti Roem Kono (Fraksi Golkar-red) sangat beda sekali. Kalaui mau gontok-gontokan bisa. Tapi kami menyikapinya dengan kedewasaan dan ke-mature-an berpolitik. Tidak pernah ada intrik untuk bersinggungan,”tambah Grace yang didampingi oleh Letti Roem Kono, Latifah Djazuli Juwaini, Loemongga Agus Gumiwang Kartasasmita dan beberapa anggota PIA lainnya.

 

Karena kalau kita mau berpolitik, lanjut Grace. ya sekalian aja jadi politisi praktis atau anggota DPR. Namun itu semua bukan ranah kita. Kita lebih focus terhadap kegiatan social, kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat luas, serta pembekalan kepribadian diri bagi anggota PIA itu sendiri.  Namun bukan berarti anggota PIA DPR RI tidak mengerti politik. Ada peran masing-masing disini. Peran suami mengurus Negara dan perpolitikan di dalamnya. Sementara PIA sebatas masalah sosial, pendidikan dan wanita. Disini kami meyakini bahwa disamping suami yang hebat ada isteri yang kuat. 

 

Menjawab pertanyaan dari salah satu anggota PIA DPRD Provinsi Gorontalo yang mempertanyakan sumber dana yang membiayai segala kegiatan PIA DPR RI. Letti Roem Kono menjelaskan bahwa segala kegiatan PIA DPR RI berasal dari iuran anggota PIA DPR RI, juga diambil dari gaji anggota DPR RI setiap bulannya.

 

Tidak hanya itu, tambah Grace, setiap tahunnya PIA juga meminta tambahan dana dari lima Pimpinan DPR RI. Dan khusus untuk bhakti sosial adanya bencana yang sifatnya mendadak, tidak jarang PIA DPR RI juga mengumpulkan dana sukarela dari anggota PIA DPR RI. Seperti kegiatan bhakti sosial penanganan korban pasca Gempa di Pidie Jaya Aceh beberapa waktu yang lalu.(Ayu), Foto:Rizka/od.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Timwas Pembangunan Daerah Perbatasan DPR Kunjungi Natuna
20-10-2017 / LAIN-LAIN
Tim Pengawas Pembangunan Daerah Perbatasan DPR RI yang dipimpin Sukiman mengunjungi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan tersebut bertujuan untuk...
Natuna Titik Potensial Jadi Poros Maritim Dunia
20-10-2017 / LAIN-LAIN
Kabupaten Natuna dengan bentang alam yang luas terdiri dari 99,25 % lautan dan hanya sebesar 0,75% wilayah daratan, memiliki potensi...
Fasilitas di Talaud Harus Menjadi Fokus Pemerintah.
19-10-2017 / LAIN-LAIN
Fasilitas masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan perdagangan harus menjadi prioritas untuk pemerintah dalam memberikan kekhususan terhadap wilayah-wilayah daerah perbatasan terutama...
Pemda Talaud Harus Ubah Pola Pikir
19-10-2017 / LAIN-LAIN
Ketika di suatu daerah ada bandara dan sudah ada pusat-pusat perdagangan, masyarakat harus bisa mengubah pola pekerjaannya. Dari petani yang...