Dirut Baru Pertamina Harus Lebih Kompetitif di Industri Migas

20-03-2017 / KOMISI VII

Penunjukan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang baru oleh Dewan Komisaris harus mampu membawa perusahaan tersebut lebih efisien dan kompetitif. Selain itu sejumlah tantangan menanti ditengah industri migas yang masih belum bergairah. Demikian disampaikan  Anggota Komisi VII DPR RI Rofi Munawar dalam rilisnya, Minggu, (19/03/2017).

 

"Dirut yang baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, selain harus meningkatkan kolektifitas kerja secara internal. Disisi lain, dituntut secara eksternal terampil menghadapi kondisi industri migas yang masih lesu dan semakin kompetitif di tingkat global, " jelas Rofi.

 

Legislator asal Jawa Timur Ini menambahkan, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan oleh Elia Massa Manik sebagai direktur PT Pertamina. Di sektor Hulu, kinerja eksplorasi yang telah dicapai sepanjang Tahun 2016 harus dipertahankan dan ditingkatkan secara maksimal. Terlebih, secara nasional kinerja eksplorasi migas mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir. Adapun di sektor hilir, pemenuhan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan Bahan Bakar Minyak (BBM) harus diimbangi dengan diversifikasi produk yang beragam dan pola distribusi yang semakin baik. Belum lagi persoalan revitalisasi kilang minyak dan perbaikan tata niaga BBM.

 

Politisi PKS ini  berpesan agar Elia  mampu membuktikan bahwa dirinya bisa fokus dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Tidak boleh terjebak kepada kepentingan non korporasi. Mengingat pertamina selama Ini merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah yang strategis, karena memiliki  aset dan profit yang lebih besar dibandingkan badan usaha lain.

 

"Pertamina harus mampu memantaskan dirinya menjadi perusahan yang mampu menjadi back bone (tulang punggung) energi migas nasional. Hal itu bisa terwujud sepanjang perusahaan tersebut fokus pada visi dan strategi yang sudah ditetapkan untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia pada 2025," tegas Rofi.

 

Sebagai Informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan pada hari Jumat, (16/3) Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Dwi Soetjipto, yang diberhentikan pada 3 Februari 2017. Elia Massa Manik sebelumnya menjabat Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Pengangkatan Elia ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-52/MBU/03/2017 yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo dan disaksikan oleh Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/03/2017). (hs/sc).


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Penegakan Hukum dan Pengawasan Sektor Lingkungan Belum Efektif
19-10-2017 / KOMISI VII
foto: jayadi Berbicara masalah penegakan hukum di sektor penertiban lingkungan, walaupun sudah banyak tindakan yang dilakukan, tetapi berdasarkan data-data yang...
Pemerintah Seharusnya Tambah Anggaran Subsidi Bagi Pelanggan Listrik 900 VA
12-10-2017 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mengatakan bahwa RAPBN 2018 untuk Kementerian ESDM baru mencapai finalisasi di Komisi VII...
Komisi VII DPR Setujui Pagu Anggaran Kementerian LHK Tahun 2018
11-10-2017 / KOMISI VII
Hasil keputusan rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian LHK pada hari Rabu (11/10) menyetujui bahwa pagu anggaran Kementerian Lingkungan Hidup...
Komisi VII Minta Penjelasan Menteri ESDM Tentang Negosiasi dengan Freeport
09-10-2017 / KOMISI VII
Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah dengan PT. Freeport telah melakukan negosiasi yang cukup panjang tentang divestasi saham, pembangunan smelter,...