Pansus Optimis RUU Penyelenggaraan Pemilu Selesai Tepat Waktu

20-03-2017 / PANITIA KHUSUS

Anggota Panitia Khusus (Pansus)  Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu Hetifah Sjaifudian mengatakan pansus tetap optimis untuk menyelesaikan pembahasan RUU pada akhir April mendatang.

 

“Pansus tetap optimis, walau untuk itu Panja harus bekerja lebih intensif. Pemerintah juga harus menyelesaikan beberapa analisis seperti penataan dapil yang baru,” ujar Hetifah saat dihubungi Parlementaria, Senin (20/03/2017).

 

Lebih lanjut, politisi dari F-Golkar itu mengatakan perkembangan ke-lima isu substansial sudah mulai mengerucut menghasilkan beberapa opsi. Kelima isu tersebut ialah sistem pemilu, ambang batas, pembagian daerah pemilihan dan konversi suara ke kursi.

 

Menurutnya, opsi tersebut akan dibahas di Panja dan dipertimbangkan secara internal. Salah satunya terkait sistem pemilu yang awalnya hanya dua varian yaitu proporsional terbuka dan tertutup. Namun, sekarang berkembang menjadi 3 varian, yakni proporsional terbuka–terbatas. Varian ini berbeda dengan draft RUU sebelumnya.

 

Dalam proporsional terbuka terbatas, lanjutnya, pemilih boleh mencoblos partai dan mencoblos calon. Apabila, dalam perolehan suara partai  lebih banyak dibanding caleg, maka partai yang menentukan caleg terpilih berdasarkan nomor urut.

 

“Sementara, apabila suara caleg lebih besar dari suara partai maka caleg tersebut menjadi caleg yang terpilih,” jelas politisi dapil Kalimantan Timur itu.

 

Sementara itu, terkait ambang batas parlemen, mayoritas Fraksi menginginkan 3,5%. Namun, beberapa fraksi lainnya tetap ingin dinaikkan menjadi 5% hingga 7%.

 

Untuk presidential threshold, beberapa Fraksi mengusulkan tetap diangka 20%-25%, tetapi tak sedikit fraksi juga yang menginginkan 0%.

 

Disisi lain, Hetifah menambahkan hasil kunjungan pansus ke Meksiko sangat produktif dan kaya akan gagasan.  Ia berharap, hal itu dapat menambah kualitas RUU yang sedang dirancang DPR bersama Pemerintah. Salah satunya tentang keterwakilan perempuan dalam pemilu. (ann/sc)/foto:iwan armanias/iw.

 

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Penyadapan KPK Tak Boleh Langgar HAM
27-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Dalam kesimpulan rapat kerja Komisi III DPR RI dengan KPK, kewengan penyadapan KPK menjadi poin penting yang digaris bawahi. Rapat...
Pemberantasan Korupsi Jangan Tebang Pilih
26-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang selama ini dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perhatian serius saat Raker Komisi III DPR...
Makassar New Port Bisa Seimbangkan Ekonomi Indonesia
22-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Pembangunan Makassar New Port (MNP) diharapkan banyak pihak bisa mewujudkan keseimbangan ekonomi antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur. Hal tersebut...
Ketua KPK Diduga Terlibat Korupsi Alat Berat
20-09-2017 / PANITIA KHUSUS
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahandjo diduga terlibat rekayasa proyek semasa menjabat Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)....