Pansus DPR Berikan Ruang Perlindungan Bagi Korban Terorisme

22-03-2017 / PANITIA KHUSUS

Anggota Panitia Khusus (Pansus)  DPR RI Risa Mariska menyampaikan keinginan pansus untuk memberikan perlindungan kepada korban terorisme melalui revisi UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

 

"Kita minta semakin dikuatkanlah,  di usulan pemerintah tidak ada,  makanya kita usulkan perlindungan kepada korban untuk dimasukkan," tutur Risa di Gedung DPR RI,  Senayan, Jakarta,  Rabu (22/03/2017).

 

Ia menjelaskan, saat ini pansus bersama pemerintah belum membahas hal- hal yang bersifat substantif.  Namun,  lanjut Risa,  pansus melihat ada urgensi terkait perlindungan terhadap korban.  

 

Menurut politisi F-PDIP itu,  negara belum hadir dalam memberikan perlindungan terhadap korban terorisme. Penanganan tindak pidana terorisme selama ini hanya difokuskan kepada pelaku. Sementara,  hak-hak korban seringkali terlupakan. 

 

Data di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menunjukkan korban peristiwa bom Bali I,  bim bali II, JW Marriot,  Kedutaan Australia,  dan yang terakhir bom Sarinah belum mendapatkan kompensasi dengan baik.

 

Selain memperjuangkan pemenuhan hak korban,  Pansus juga mengusulkan agar nama-nama yang sebelumnya terduga pelaku namun tidak terbukti untuk diperbaiki, sehingga mereka bisa kembali diterima masyarakat. 

 

Beberapa poin yang urgen lainnya yaitu terkait masa waktu penindakan, yang sebelumnya 7 hari diatur menjadi 30 hari.  Bercermin pada kasus Siyono, hal ini menjadi penting dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM terhadap pelaku terduga teroris.

 

"Tujuh hari itu biasanya aparat punya keterbatasan waktu,  kalau kita berikan jangka waktu yang lebih lama mereka bisa fleksibel. Kadang kita dengar ada penyiksaan terhadap pelaku,  nah kita harapkan bisa mengurangi kemungkinan seperti itu," ia menandaskan. (ann,mp)/foto:mulya/iw.

BERITA TERKAIT
Pansus Tolak Usulan Capres dan Cawapres Tunggal
26-05-2017 / PANITIA KHUSUS
Rapat panitia Khusus (Pansus)  DPR RI tentang RUU Penyelenggaraan Pemilu bersama pemerintah menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya, pansus sepakat menolak...
Pansus Pemilu Tetapkan Sifat Keanggotaan KPU dan Bawaslu
23-05-2017 / PANITIA KHUSUS
Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu telah menetapkan sifat keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)....
Enam Provinsi Defisit Keterwakilan
18-05-2017 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy,  mengatakan ada enam provinsi yang mengalami defisit keterwakilan.  Provinsi tersebut...
Dewan Dukung Polri Bongkar TPPO Berkedok Pengiriman TKI
27-04-2017 / PANITIA KHUSUS
Anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak kepolisian dalam mencegah...

  • SHARES