Parlemen Thailand akan Kunjungi Indonesia Bahas Keangotaan GOPAC

12-04-2017 / B.K.S.A.P.

Di sela-sela Sidang IPU ke-136 Bangladesh yang berlangsung 1 - 5 April 2016 lalu di Bangladesh, delegasi DPR RI juga melakukan empat pertemuan bilateral dengan parlemen negara lain. Pertemuan pertama dengan delegasi Parlemen Thailand.

 

Menurut Ketua Delegasi DPR yang juga Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf, pertemuan tersebut membicarakan rencana kunjungan delegasi parlemen Thailand ke Indonesia dan menindaklanjuti proses keanggotaan Thailand untuk organisasi GOPAC yang diketuai oleh Fadli Zon.

 

Pertemuan kedua, dilaksanakan dengan parlemen Georgia. Dalam pertemuan tersebut Parlemen Georgia meminta DPR RI untuk mempromosikan hubungan bilateral kedua negara. Parlemen Georgia juga mengundang DPR RI untuk datang ke negara tersebut. DPR RI juga mengundang parlemen Georgia untuk menghadiri Parliamentary Forum on Sustainable Development di Bali pada bulan September mendatang. Selain dengan kedua delegasi tersebut, DPR RI melakukan pertemuan bilateral dengan parlemen Irak dan parlemen Jepang.

 

Salah seorang anggota Delegasi Evita Nursanty yang juga menjadi anggota Biro Komite UN Affairs berkesempatan menghadiri sidang biro komite UN Affairs pada tanggal 2 April 2017. Dalam pertemuan tersebut Evita mengusulkan keterlibatan parlemen dalam evaluasi permasalahan pelanggaran kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasukan perdamaian PBB terhadap warga lokal.

 

Selain dalam biro Komite UN Affairs, Evita juga berpartisipasi dalam pertemuan Forum of Women Parliamentarians. Dalam intervensinya, Evita berbagi pengalaman mengenai strategi keuangan inklusif bagi perempuan di Indonesia. Ia berbagi pengalaman Indonesia dalam mengadakan program "Laku Pandai" yang menjangkau para perempuan di desa yang belum mendapatkan akses terhadap jasa keuangan.

 

Sedangkan anggota Delegasi Ferry Kase dan Capt. Anton Sihombing mewakili Indonesia dalam pertemuan Komite Tetap bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Keuangan (Standing Committee on Sustainable Development and Finance). Dalam sidang Komite tersebut Ferry Kase memberikan pernyataan mengenai pentingnya memperhatikan kebutuhan khusus perempuan untuk mempromosikan strategi keuangan inklusif dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. (mp,bksap) foto;dok.bksap/od.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rofi Kecam Kebijakan Visa Israel
14-02-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar mengecam tindakan Israel terhadap 54 warga Palestina yang...
Globalisasi Harus Membawa Manfaat
13-02-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf (F-PD) menyampaikan bahwa globalisasi harus membawa manfaat bagi...
DPR Minta APPF Dukung Pemberdayaan UMKM di Era Digital
25-01-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Juliari P. Batubara meminta Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) berperan...
Usulan DPR Diterima Menjadi Resolusi Sidang APPF ke-26
24-01-2018 / B.K.S.A.P.
Pentingnya pertemuan parlemen perempuan dan kebijakan terkait kesetaraan gender adalah usulan DPR yang diterima menjadi bagian dari hasil sidang tahunan...