BKD Kerjasama Kedubes Belanda Tingkatkan Kapasitas Keahlian

20-04-2017 / LAIN-LAIN

Badan Keahlian DPR (BKD) melakukan kerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda untuk meningkatkan kapasitas keahlian para peneliti, legal drafter dan tenaga ahli di lingkungan DPR RI. Melalui kerjasama itu, delegasi yang dikirimkan oleh BKD akan berbagi pengetahuan tentang mekanisme pembahasan undang-undang di Belanda. 

 

Demikian disampaikan Kepala BKD Johnson Rajagukguk usai menerima Wakil Dubes Bidang Politik Kedubes Belanda Brechtje Klandermans dan Koordinator NESO Indy Hardono pada Kamis, (20/04/2017).

 

“Ini bentuk ceremony, karena kita melakukan kerjasama dengan Kedutaan Belanda, khususnya dengan NESO. Yakni pendidikan dan pelatihan terhadap perancang UU dan peneliti. Ini bnetuk pembnagunan kapasitas,” ujar Johnson Rajagukguk di Ruang Rapat BKD, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

 

Dengan ada kerjasama ini, lanjut Johnson, diharapkan akan mampu menambah kapasitas dukungan terhadap dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi dan anggaran. “Kita berharap pendidikan dan pelatihan terhadap perancang UU dan tenaga ahli ini bisa menggali dan belajar bagaimana dukungan yang baik nantinya untuk diberikan pada dewan,” harap Johnson.

 

Dia juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kedubes Belanda yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. “Kita ucapkan terima kasih pada Kedubes Belanda yang memfasilitasi pendidikan para perangcang UU, peneliti dan tenaga ahli ini,” sambungnya.

 

Saat mengikuti pelatihan di Belanda, delegasi yang diutus berjumlah 14 orang itu akan mendalami teknik penyusunan UU, merumuskan norma serta metode dalam penyusunan naskah akademis. “Yang dipelajari yakni bagaimana teknik penyusunan UU, merumuskan norma dan melakukan penelitian untuk penyusunana naskah akademik. Mereka akan belajar hal substansial karena perancang bukan hanya soal teknis tapi juga memahami materi dari apa yang dirancang,” jelas Johnson.

 

Terhadap 14 orang delegasi yang dikirim ke Belanda pada 30 April hingga 15 Mei 2017 ini, Johnson menjelaskan hal itu dipilih berdasarkan seleksi tertulis dan wawancara. “Sekarang baru 14 yang dikirim, diharapkan ada hal yang berkelanjutan. Waktunya dari 30 April sampai 15 Mei. Pemilihan itu berdasarkan test,” ujar Johnson.

 

Selain itu,  Wakil Dubes Bidang Politik Kedubes Belanda Brechtje Klandermans menjelaskan pelatihan ini akan difokuskan pada pendalaman penyusunan materi undang-undang. “Salah satu undang-undang yang difokuskan yakni materi UU Kepolisian, diharapkan saat peserta pulang dari program tersebut ke Indonesia, akan ada follow up,” tutup Brechtje. (hs)/foto:jayadi/iw. 

BERITA TERKAIT
BKD Kerjasama Kedubes Belanda Tingkatkan Kapasitas Keahlian
20-04-2017 / LAIN-LAIN
Badan Keahlian DPR (BKD) melakukan kerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda untuk meningkatkan kapasitas keahlian para peneliti, legal drafter dan tenaga...
Dewan Dukung Revisi UU Pengawas Persaingan Usaha
18-04-2017 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Asman Natawijaya menyatakan dukungan terhadap  revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan...
Kepala PKAKN BK DPR Pertanyakan Opini TMP Tiga Kabupaten di Maluku
13-04-2017 / LAIN-LAIN
Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PKAKN) Badan Keahlian DPR RI Helmizar mempertanyakan perolehan opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) saat...
Pasca Tahun 2045 Indonesia Akan Diperebutkan Dunia
11-04-2017 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria mengatakan  jika pasca 2045 dimana sumber daya alam akan mulai habis...

  • SHARES