RUU Pemajuan Kebudayaan Diharapkan Kembangkan Kebudayaan Indonesia

21-04-2017 / KOMISI X

Pengesahan Rancangan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan menjadi Undang-undang diharapkan dapat mengembangkan budaya yang dimiliki Indonesia, sehingga memberikan nilai manfaat yang besar. Baik itu manfaat yang bersifat nampak, maupun yang tak nampak.

 

Anggota Komisi X Dadang Rusdiana mengatakan, manfaat yang sangat diharapkan adalah RUU ini dapat memperkuat ketahanan budaya bangsa, serta memperkuat jati diri bangsa dan indentitas bangsa. Termasuk manfaat dalam bentuk kemajuan ekonomi, salah satunya peningkatam pendapatan bagi masyarakat.

 

“Karena kebudayaan itu sumber kontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sebatas melestarikan, tapi kebudayaan itu akan berdampak besar terhadap kesejahteraan umat dan bangsa,” katanya di sela-sela rapat kerja Pembahasan Tingkat I RUU Pemajuan Kebudayaan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/4/2017) dini hari.

 

Manfaat lain dari RUU ini ke depannya, tambah politisi F-Hanura itu, terbentuk sistem yang melindungi berbagai aset kebudayaan dan warisan masa lalu yang dimiliki Indonesia. Baik dalam bentuk sistem pendataan kebudayaan nasional, maupun langkah-langkah yang merupakan bagian dari proses pemajuan kebudayaan.

 

“Jadi prinsipnya bagaimana kita melestarikan dan mengembangkan kebudayaan. Tanpa itu semua, tentu budaya itu akan ditinggalkan oleh generasi berikutnya,” imbuh Dadang.

 

Keberagaman objek kebudayaan nasional pun diharapkan dapat dikembangkan melampaui negara-negara tetangga, termasuk Korea Selatan, Jepang dan lain sebagainya. Objek kebudayaan seperti bidang seni, musik, kemudian perfilman, adat istiadat, selain mendapat perlindungan, juga dapat dikembangkan.

 

Bahkan, masih kata Dadang, dengan adanya RUU itu nantinya menjadi dasar hukum untuk mengelola kebudayaan itu, termasuk dasar hukum untuk mengembangkan dan menberikan anggaran, serta menjaga agar aset-aset budaya Tanah Air tidak diklaim oleh negara lain.

 

“Kita optimis substansi dalam objek pemajuan kebudayaan yang meliputi bahasa, adat istiadat, seni, perfilman, musik, manuskrip dan lain sebagainya, ini akan kemudian membuat Indonesia diperhitungkan di percaturan budaya internasional,” yakin Dadang.

 

Politisi asal dapil Jawa Barat itu pun memberikan pesan, jika RUU ini sudah disahkan menjadi UU, diharapkan Pemerintah segera menyusun peraturan turunannya, seperti Peraturan Pemerintah. “Biasanya kan kendalanya adalah keterlambatan dalam pembuatan PP. Ini yang tidak boleh terjadi berulang kali dalam pembuatan UU,” tutup Dadang. (sf,mp) foto: sofyan/od.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pagu Anggaran Perpusataan Nasional Tetap Sebesar RP. 584,9 Miliar
17-10-2017 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala Perpustakaan Nasional guna membahas penyesuaian RKA-KL Tahun Anggaran 2018. Dalam...
Anies-Sandi Harus Genjot Ekonomi Kreatif Jakarta
17-10-2017 / KOMISI X
Anies Bawesdan dan Sandiaga Uno resmi dilantik sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. Duet ini diharapkan menggarap ekonomi kreatif yang...
Yayuk Basuki Pertanyakan Perpres Tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional
16-10-2017 / KOMISI X
Prioritas khusus demi sukses penyelenggaraan Asian games dan Asian para Games tahun 2018, sudah teranggarkan. Termasuk pula sukses prestasi, yakni...
Komisi X DPR Terima Usulan Perubahan Alokasi Anggaran Kemenpora
16-10-2017 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menerima surat dari Kemenpora tertanggal 16 Oktober 2017 perihal perubahan pagu anggaran alokasi RKA-KL Tahun Anggaran...