BKD Beri Pembekalan Penyusunan Naskah Akademik Untuk TA

25-04-2017 / LAIN-LAIN

Badan Keahlian Dewan  memberikan pembekalan terkait penyusunan Naskah Akademik (NA) beserta urgensinya kepada para Tenaga Ahli Fraksi DPR di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017). Workshop yang bertemakan “Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang” ini akan diselenggarakan hingga 28 April mendatang.

 

Dalam sambutannya, Kepala BKD Johnson Rajagukguk menekankan penyusunan RUU bukan hanya sekedar menentukan judul lalu menimbang pasal-pasalnya, tetapi ada konsep yang mendahuluinya, yaitu naskah akademik. Menurutnya, NA menjadi penting karena disanalah terdapat uraian atau argumentasi ilmiah suatu RUU sehingga diperlukan suatu kajian teoritis dan empiris terhadap objek.

 

“Untuk itu, Tenaga Ahli Anggota maupun Fraksi perlu pemahaman yang sama terhadap naskah akademik agar tidak terdapat perbedaan pandangan terhadap suatu konsepsi. Bagaimanapun, mereka ini yang ada di fraksi terlibat di dalam penyusunan RUU. Jadi, ketika naskah akademik kita buat, mereka perlu memahami isi teknis dan substansinya,” jelas Johnson.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan secara substansial BKD ingin berikan pandangan yang menjadi muatan dari NA itu. Bagaimana memahami filosofi dari suatu naskah akademik, tidak hanya aspek yuridisnya tetapi juga  dilihat dari aspek sosiologisnya. Terutama berkaitan dengan implikasi dari suatu Rancangan Undang-Undang.

 

“Pemahaman seperti inilah yang diharapkan menjadi output dalam workshop yang digelar selama lima hari ini. Kita ingin bukan hanya memberikan secara konseptual tetapi juga ingin agar mereka bisa mempraktikkan materi yang kita sampaikan” tuturnya.

 

Disisi lain, ia menambahkan, beberapa TA dari Fraksi PPP dan Fraksi Demokrat mengusulkan agar diberikan pembekalan materi mengenai metodologi dalam penyusunan suatu kebijakan, yaitu Regulatory Impact Assessment (RIA). Jadi, bagaimana kita melihat suatu kebijakan itu dilihat dari dampaknya kepada penyelenggara maupun masyarakat.

 

“Itu akan kita kupas dari berbagai pendekatan. Ini masukan dari mereka agar RIA itu bisa diberikan sehingga betul-betul memahami apa itu Regulatory Impact Assessment,” tandasnya. (ann/sc) foto:runi/iw.

BERITA TERKAIT
Guru Kecamatan Tabanan Bali Sampaikan Aspirasi ke DPR
20-06-2017 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI  daerah pemilihan Bali, Wayan Koster dan I Made Urip menerima kunjungan para guru UPT Kecamatan Pupuan Tabanan,...
DPR Diminta Perjuangkan Aspirasi Serikat Pekerja PT JICT
19-06-2017 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua DPR RI Korpolkam Fadli Zon menerima kedatangan perwakilan Serikat Pekerja PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) di Gedung...
Korpri DPR RI Gelar Bazar Dengan Harga Termurah
19-06-2017 / LAIN-LAIN
Sekjen DPR RI, Achmad Djuned meyakini bahwa harga dalam bazar yang digelar oleh Korpri Setjen DPR RI lebih rendah dibanding...
IIFG dan IIPG Kunjungi Veteran dan Tanam BIbit Pohon Kurma
19-06-2017 / LAIN-LAIN
Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar (IIFPG) bersinergi dengan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) mengunjungi dan memberi santunan kepada para cacat...

  • SHARES