DPR Apresiasi Tingginya Partisipasi Pilkada DKI Jakarta

28-04-2017 / PARIPURNA

Ketua DPR RI Setya Novanto memberikan apresiasi terhadap pelaksaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Meksipun sempat terjadi ketegangan yang tinggi antara kedua pendukungan pasangan calon, namun tetap mampu berlangsung secara damai. Selain itu partisipasi pemilih yang mencapai 78 persen juga patut diapresiasi.

 

“DPR meangapresiasi penyelenggaraan Pilkada putara kedua di Provinsi DKI jakarta yang berjalan aman lancar dan damai, serta tingginya tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 78 persen,” demikian disampaikan saat sambutan pidato penutupan Masa Sidang ke IV tahun sidang 2016-2017 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4).

 

Partisipasi pemilih yang mencapai 78 persen menandakan kesadaran politik masyarakat Jakarta sudah cuukup tinggi, sehingga ini perlu dipertahankan serta dikembangkan. Selain itu, DPR juga mengapresiasi kerja keras KPU dalam penyelenggarakan Pilkada ini. Juga halnya dengan aparat keamanan yang telah menjaga ketertiban selama proses pemilihan.

 

“DPR juga mengapresiasi kerja keras KPU sebagai penyelenggara Pilkada serta aparat keamanan yang dapat menjaga ketertiban dan keamanan selama pemilihan,” tukas Setya Novanto. (hs,mp)/foto:iwan armanias/iw. 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rapat Paripurna Setujui RKA DPR 2019
10-04-2018 / PARIPURNA
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Anthon Sihombing menyampaikan laporan mengenai Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DPR RI...
Ketua DPR Pandu Peresmian Dua Anggota PAW
10-04-2018 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memandu peresmian dua Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW), dalam Rapat Paripurna DPR RI...
DPR Sahkan Peraturan Pengamanan Terpadu Kawasan Parlemen
10-04-2018 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018),...
DPR Perpanjang Waktu Pembahasan RUU Terorisme
10-04-2018 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI sepakat untuk dilakukan perpanjangan waktu pembahasan RUU Terorisme, hal ini mengingat terjadi perdebatan yang cukup sengit...