Perlu Ada Dialog untuk Atasi Perbedaan Pendapat

16-05-2017 / PIMPINAN

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, beragam, bahkan rumit, sehingga tidak mungkin disederhanakan. Terlalu kompleksnya Indonesia, bukan hanya memerlukan akal yang besar, tapi juga memerlukan hati yang lebar untuk dapat saling menerima kehadiran dan eksistensi. Keberagaman itu juga memunculkan perbedaan pendapat, sehingga perlu adanya dialog yang mendalam.

 

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Sabtu (13/5/2017). Dialog yang bertema “Kepemimpinan Muda Yang Bersih dan Antikorupsi” itu juga dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, termasuk KAMMI, ratusan tokoh masyarakat, serta pemuda hingga tokoh agama.

 

“Bangsa kita terlalu besar, kompleks dan tidak bisa disederhakanakan. Maka sebaiknya kita tempuh jalur dialog. Ini yang saya rasakan, ada perbedaan pendapat atau komunikasi yang kurang lancar. Saya berharap dapat memiliki kesempatan untuk berdialog dengan siapapun yang memiliki kecemasan atau perbedaan pendapat, karena tidak ada yang tidak mungkin untuk tidak diselesaikan,” kata Fahri.

 

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra itu menambahkan, dengan berbagai dialog yang terus menerus dalam mengisi reformasi dan demokrasi, maka Indonesia akan mencapai soliditas yang mantap, sehingga dapat menjadi agen dari perubahan tata dunia baru yang lebih baik.

 

“Saya yakin, Indonesia tidak hanya bisa menyelesaikan permasalahan internalnya sendiri, tapi Indonesia akan menjadi agen dunia, yang menolong bangsa lain yang miskin, kelaparan, bahkan kacau balau,” imbuh Fahri.

 

Menutup sesi diskusi, Fahri menitipkan pesan kepada masyarakat Sulut yang ke Jakarta, jangan sungkan untuk berkunjung ke DPR, untuk diskusi lebih lama terutama tentang masalah-masalah kenegaraan. Karena menurutnya, menjalin silaturahmi dan membangun kekeluargaan merupakan suatu hal penting dalam memajukan NKRI tercinta.

 

“Saya berharap kita terus membangun dialog, pesan saya untuk warga Sulawesi Utara yang ke Jakarta bisa luangkan waktu, jangan sungkan-sungkan temui saya di DPR. Kita bersilaturahmi, karena saya tahu warga Sulut ramah-ramah, toleran dan menghargai pluralisme, kita harus terus merajuk kebersamaan melalui diskusi-diskusi kebangsaan seperti ini,” pesan politisi asal dapil Nusa Tenggara Barat itu.

 

“Bangsa ini harus berjuang bersama untuk melawan seluruh provokasi dan kebencian. Kita semua cinta Indonesia. Kita bisa berjalan bersama sebagai bangsa, karena hidup dengan semangat toleransi, kebhinekaan dan kebersamaan,” tutup Fahri.

 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Olly Dondokambey mengucapkan terimakasih kepada  KAMMI karena telah menghadirkan Fahri Hamzah. Gubernur berharap semoga Fahri dapat berbagi gagasannya tentang Pancasila dan NKRI.

 

Sesi dialog ditutup dengan penukaran cenderamata, dan foto bersama. Dalam kesempatan itu, Fahri mendapat cenderamata berupa lukisan potret dirinya dari Pemprov Sulut.(sf/sc)/foto:sofyan/iw.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ketua DPR: Seni dan Budaya Kurang Mendapat Perhatian
23-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan, seni dan budaya telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan peradaban manusia. Keduanya juga berkaitan...
Pengesahan RUU Antiterorisme Bisa Musyawarah atau Voting
23-05-2018 / PIMPINAN
Hari ini, Rabu (23/5/2018), Pansus RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan pemerintah sedang berusaha menyatukan pandangannya tentang definisi terorisme. Baik...
Perbedaan Data Pangan Harus Disudahi
22-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta permasalahan perbedaan data pangan yang dimiliki berbagai pemangku kepentingan di pemerintahan harus...
Sekjen DPR yang Baru Diharapkan Pertahankan Predikat WTP
22-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap Sekretaris Jenderal DPR RI yang baru dilantik, Indra Iskandar mampu mempertahankan predikat wajar tanpa...