Indonesia-Ukraina Bersepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan

19-05-2017 / PIMPINAN

Indonesia dan Ukraina bersepakat untuk meningkatkan kerja sama  di bidang pertahanan.  Kesepakatan ini terjalin saat Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Pertahanan Ukraina Ivan Rusnak di Ukraina.

 

“Dari sisi parlemen, kami akan mendorong agar Agreement on Defense Cooperation antara Indonesia-Ukraina yang sudah ditandatangani pada 2016, dapat terealisasi. Seperti kerja sama teknis di bidang pertahanan,” kata Fadli dalam rilis yang disampaikan kepada Parlementaria Kamis malam (18/5/2017)

 

Dalam kesempatan tersebut, Fadli  menyatakan simpati terhadap situasi yang terjadi di kawasan. Fadli berharap sengketa dapat diselesaikan melalui upaya damai dan diplomasi, baik dalam kerangka bilateral maupun multilateral. “Tindakan militer justru akan membuat ancaman bagi human security dan tentunya mempersulit proses perdamaian yang ingin dicapai,” tegasnya.

 

Sementara itu, terkait dengan perkembangan isu keamanan di Ukraina, Deputi Menteri Pertahanan Ivan Rusnak, menyampaikan tentang pendudukan di 3 wilayah yaitu Crimea, Luhansk, dan Donetsk yang dinilai mengganggu kedaulatan teritori Ukraina.

 

Ivan Rusnak menyambut baik hubungan kedua negara yang makin meningkat termasuk kerjasama teknis di bidang militer. Ia juga mendukung peningkatan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia. Menurutnya, teknologi alat-alat pertahanan yang dimiliki Ukraina dapat mendukung kebutuhan alut sista  Indonesia.

 

Sebagaimana diketahui, Fadli Zon berada di Ukraina dalam rangka  menghadiri Global Open Parliament Conference. Sehari sebelum menghadiri acara tersebut, Fadli Zon berkesempatan melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Pertahanan Ukraina Ivan Rusnak. Fadli didampingi Anggota DPR Amelia Anggraini dan staf KBRI di Ukraina.

 

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pertemuan tersebut  sebagai bagian dari aktivitas diplomasi DPR atas kerja sama teknis pertahanan yang sudah dilakukan Indonesia-Ukraina. Antara lain perawatan engine pesawat Sukhoi, pembelian kendaraan amphibi BMP 3F marinir dan 5 unit BTR-4M. Saat ini juga pihak pemerintah melalui instansi terkait sedang menjajaki pembelian pesawat Antonov An-70.  (sc), foto : dok.bksap/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ketua DPR: Seni dan Budaya Kurang Mendapat Perhatian
23-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan, seni dan budaya telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan peradaban manusia. Keduanya juga berkaitan...
Pengesahan RUU Antiterorisme Bisa Musyawarah atau Voting
23-05-2018 / PIMPINAN
Hari ini, Rabu (23/5/2018), Pansus RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan pemerintah sedang berusaha menyatukan pandangannya tentang definisi terorisme. Baik...
Perbedaan Data Pangan Harus Disudahi
22-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta permasalahan perbedaan data pangan yang dimiliki berbagai pemangku kepentingan di pemerintahan harus...
Sekjen DPR yang Baru Diharapkan Pertahankan Predikat WTP
22-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap Sekretaris Jenderal DPR RI yang baru dilantik, Indra Iskandar mampu mempertahankan predikat wajar tanpa...