Kerja Sama dengan China, Indonesia Harus Punya Daya Tawar Kuat

19-05-2017 / KOMISI XI

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menilai Indonesia harus punya daya tawar dan positioning yang kuat dalam kerjasama ekonomi dengan China. Hal ini diutarakan terkait Konferensi Tingkat Tinggi Belt and Road Forum (BRF) Initiative baru saja diselenggarakan di Beijing baru-baru ini.

 

Menurut Ecky, inisiasi China ini berkepentingan untuk mengamankan perdagangan luar negerinya. Bila China mampu mengamankan hubungan ekonomi di negara-negara peserta BRF, maka dengan kata lain China akan menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara dan Asia Tengah yang pada akhirnya mengarah ke Uni Eropa.

 

“Sikap Indonesia dalam menghadapi manuver-manuver dan kebijakan ekonomi perdagangan blok-blok kekuatan ekonomi, sebagaimana dulu TPP dan sekarang BRF ini, adalah harus jeli memanfaatkan peluang dan jangan mau menjadi sub-ordinat para inisiator yang tentunya memiliki kepentingan lebih besar,” ujar Ecky pada Jumat, (19/05/2017) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

 

Politisi PKS ini menegaskan bahwa Indonesia sebaiknya tidak hanya menjadi subordinat yang memungkinkan jalur laut dan udara menjadi wilayah kekuasaan China. “Kita jangan jadi subordinat mereka sehingga jalur laut dan udara kita dikuasai mereka. Seperti kawasan Selat Malaka yang lebih didominasi  Singapura, padahal sebagian besar masuk wilayah Indonesia,” tutur legislator dapil Jawa Barat III ini.

 

Ecky juga menambahkan, pemerintah juga harus mempertegas sikapnya terhadap masalah Laut Cina Selatan dalam hubungannya dengan ASEAN dan juga kedaulatan Indonesia. Indonesia sepatutnya memiliki posisi dan daya tawar yang tinggi dalam alur maritim kerjasama BRF ini. “Kita harus hati-hati, jangan lah kepentingan ekonomi sesaat yg bersifat sweetener bukan fundamental malah mengorbankan kedaulatan NKRI dalam masalah Laut China Selatan,” pungkas Ecky. (hs/sc), foto : jayadi/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Harus Realistis Kejar Target Pajak
18-10-2017 / KOMISI XI
Target pajak per 30 September 2017 baru mencapai Rp 770,7 triliun atau 60 persen dari target pemerintah yang dipatok...
Komisi XI Dukung Program PIP
17-10-2017 / KOMISI XI
Wakil Ketua Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menyatakan dukungannya terhadap program Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang telah berjalan selama...
Setelah Asean Games 2018 Selesai, Jakabaring Sport Center Untuk Apa?
17-10-2017 / KOMISI XI
Anggota Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR RI ke Provinsi Sumatera Selatan Rudi Hartono menyarankan kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex...
Pemda Sumsel Diminta Perhatikan Gini Ratio Ekonomi
17-10-2017 / KOMISI XI
Anggota Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengapresiasi dan bangga atas semangat yang dimiliki Gubernur Sumatera Selatan...