Keterlibatan DPR RI Dalam Forum Internasional Harus Ditanggapi Positif Oleh Pemerintah

03-07-2017 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua DPR RI Fahrim Hamzah mengatakan, keterlibatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam forum speaker negara-negara Euro Asia, harus ditanggapi secara positif oleh Pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti pertemuan di kawasan tersebut. Apalagi, keterlibatan Indonesia di forum ini lebih luas, karena bisa melibatkan diri dalam banyak sekali tema perdebatan mulai dari tema ekonomi dan perdamaian juga isu-isu terkini terkait dengan terorisme keamanan dunia dan sebagainya.

 

“Saya kira itu yang pertama ya. Nah, adapun secara spesifik terhadap Korea, ya tentu ada banyak yang menarik di Korea itu terutama partisipasi publik nya di dalam isu korupsi. Dan yang menarik juga adalah partisipasi publik itu membuat DPR Korea-nya itu sangat dinamis dalam melakukan legislasi aturan tentang anti korupsi,” kata Fahri kepada Parlementaria, Selasa (27/6/2017) saat menjelaskan agenda Meeting of Speakers of Eurasian Countries Parliaments (MSEAP) yang ke-2 di Seoul, Korea Selatan.

 

Dalam kesempatan itu, Fahri Hamzah didampingi Nurhayati (F-PPP) dan Sartono Hutomo (F-PD). Ia dan rombongan menghadiri acara Meeting of speakers of Euro Asian Countries Parliament. Acara tersebut bertajuk Promoting or interparliamentary Cooperation for Common Prosperity the Euro Asian Region yang digelar pada 26-28 Juni 2017.

 

Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kokesra) itu menjelaskan bahwa salah satu yang menarik kalau Euroasia itu mayoritas tanah, sementara Indonesia mayoritas laut. Mungkin kalau boleh dibilang, 70 persen dari kawasan Euroasia ini didominasi oleh daratan Cina. Negara-negara di Asia Tengah itu, menurut Fahri adalah Land lock karena semua rata-rata tidak punya laut.

 

“Nah, sementara Indonesia kan 70 persen laut. Jadi ini jelas secara kasat mata kalau kita bicara comparative advantage, maka letak geografis Indonesia itu, banyak yang bisa dipertukarkan. Kalau Presiden Jokowi bicara soal tol laut, kita bicara tentang maritim, orang-orang sini nggak ngerti maritim banyak yang land lock nggak punya laut Nah kita bicara maritim, sehingga potensi kelautan kita bisa kita pertukarkan dengan mereka, dan banyak lagi aspek-aspek lain bisa kita perdalam begitu ya,” katanya.

 

Selain negara dengan 70 persen laut, tambah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Indonesia ini negara muslim dan dalam forum memang ada juga Afghanistan, Iran dan negara-negara muslim di Asia Tenggara, tetapi negara muslim yang demokrasi mungkin hanya Indonesia.

 

“Karenanya itu, menjadi suatu poin penting lagi. Jadi, keterlibatan Indonesia ini lebih luas, dan bisa melibatkan diri dalam banyak sekali tema perdebatan, mulai dari tema ekonomi dan perdamaian juga isu-isu terkini terkait dengan terorisme keamanan dunia dan sebagainya,” ujarnya.

 

Fahri juga mengatakan bahwa dalam forum nanti, dirinya hari ini akan bertemu dengan ACRC (anti corruption and civil right commisions), yaitu satu lembaga yang menggabungkan ada banyak lembaga lainnya termasuk Ombudsman didalamnya yang Indonesia ikut bergabung.

 

“Saya kira ini adalah capaian yang perlu dicontoh oleh Indonesia, karena Korea Selatan ini adalah negara yang alert perang dengan Korea Utara, tetapi pertumbuhan ekonomi dan income per kapitanya jauh di atas kita. Mereka sekarang income perkapitanya itu 28000 US Dollar per kapita, itu tiga kali kita atau bahkan lebih, nah itu yang harus kita contoh secara baik dari negara ini,” pungkasnya. (nt), foto : nita juwita/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sidang Umum ke-38 AIPA Adopsi Usulan-Usulan Indonesia
25-09-2017 / B.K.S.A.P.
Sidang Umum AIPA ke 38 resmi ditutup oleh Presiden ke-38 AIPA sekaligus Ketua Parlemen Filipina, Pantaleon D. Alvarez di Manila,...
GKSB DPR Dorong Kerjasama Pertanian Indonesia - Slovakia
22-09-2017 / B.K.S.A.P.
Indonesia dan Slovakia memiliki potensi di bidang pertanian yang sangat besar. Oleh karena itu, delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB)...
GKSB DPR Berbagi Pengalaman Kehidupan Demokrasi dengan Slovakia
22-09-2017 / B.K.S.A.P.
Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Slovakia melakukan kunjungan kerja ke Bratislava, Slovakia, baru-baru ini. Hubungan kerjasama...
Grup Kerja Sama Sri Lanka Segera Terwujud
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Parlemen antara Indonesia dan Sri Lanka segera terwujud. Kedua negara sama-sama memandang penting hubungan ini. Diplomasi parlemen...