DPR Belajar Penanganan Korupsi dari KPK Korsel

03-07-2017 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersama Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Nurhayati (F-PPP) dan Sartono Hutomo (F-PD), bertemu dengan Komisi ACRC (Anti Corruption and Civil Right Commisions) di Seoul, Korea Selatan.

 

ACRC adalah lembaga gabungan, termasuk Ombudsman Korea Selatan di dalamnya. Fahri mengaku banyak belajar dari pembicaraan dengan pihak ACRC pada Selasa (27/6/2017).

 

"Kita itu harus sampai kepada kesimpulan kita harus berubah total ini dalam cara kita menghadapi korupsi ini. Tidak ada pemberantasan korupsi yang bisa dilakoni oleh satu institusi," jelas Fahri, kepada Parlementaria, di Seoul.

 

Menurut Fahri, berbeda dari KPK, Komisi ACRC bekerja dengan cara melakukan audit. "Dia mendapatkan prove dari tindakan korupsi lebih banyak dari audit sebab audit itu enggak bisa bohong," tukas dia.

 

Kemudian dari hasil audit tersebut, pihak ACRC melapor kepada Presiden, Parlemen, dan lembaga lainnya. Selanjutnya mereka melakukan koordinasi.

 

"Sehingga semua itu punya kepastian dalam berusaha dalam berbisnis, semua merasa hukum itu manusiawi itu. Lalu tercipta culture yang baik. Pengusahanya jadi tidak takut berinvestasi. Mereka berani mengambil keputusan-keputusan didalam proses pembangunan," lanjut dia.

 

Maka menurut Fahri tak heran ekonomi Korea Selatan tumbuh pesat. "Mereka tumbuh karena positif melihat ke depan, tidak ada distracting narrative, kaki kita tidak ditarik terus ke bawah, tetapi mereka meluncur terus. Akhirnya luar biasa Korea menjadi sebuah negara produsen IT teknologi tinggi," tukas dia.

 

Fahri mengungkapkan akan membuat laporan atas hasil pertemuan ini. Dia berharap laporannya masuk ke dalam rekomendasi Pansus Angket untuk perbaikan metode penanganan korupsi di Indonesia. (nt), foto : nita juwita/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota Muda Parlemen Dorong Kebijakan Untuk Lawan Ujaran Kebencian
21-11-2017 / B.K.S.A.P.
Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri yang mewakili Indonesia dalam konferensi IPU Global Conference of Young Parliamentarians,...
Di COP 23, DPR Dorong Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim
17-11-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat menghadiri Konferensi Para Pihak (Conference of Parties/COP) untuk Perubahan...
Kebijakan Non-Intervensi Karakteristik Negara Asean
15-11-2017 / B.K.S.A.P.
Arief Suditomo Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Anggota Komisi I mengatakan karakteristik negara-negara Asean adalah...
BKSAP Sesalkan KTT ASEAN Tidak Bahas Rohingya
15-11-2017 / B.K.S.A.P.
[Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Rofi Munawar dalam rilisnya menyesalkan KTT Asean tidak membahas secara serius tragedi kemanusiaan terhadap etnis...