Sidang Parlemen Eurasia di Seoul Hasilkan 10 Pernyataan

04-07-2017 / B.K.S.A.P.

Sidang Meeting of Speakers of Eurasian Countries Parliaments (MSEAP) yang ke-2 di Seoul, Korea Selatan dari tanggal 26-28 Juni 2017 menghasilkan 10 pernyataan tentang perdamaian, ekonomi, stabilitas dan kemakmuran bersama melalui pembangunan berkelanjutan.

 

Menurut anggota BKSAP Sartono Hutomo (F-PD) usai penutupan sidang mengatakan didalam second meeting off speaker Eurasia beberapa usulan parlemen Indonesia di akomodir didalam ke sepuluh pernyataan forum ini.

 

“ Usulan-usulan dari Indonesia di akomodir didalam pernyataan hasil akhir dalam 2nd Eurasia speaker meeting ini, seperti usulan kita yang concern terhadap SDGs (Suistanable Development Goals) 2030, penguatan legislasi parlemen, dan usulan tidak adanya diskrimasi dalam forum ini,”jelas Sartono.

 

Memang, lanjutnya, meski penyataan ini tidak mengikat namun idealnya dengan kebijakan yang sesuai dengan itu untuk tetap dilanjutkan.

 

Berikut salah satu isi dari 10 Seoul Statement. Dengan berbagi pandangan bahwa kemakmuran bersama di kawasan Eurasia dapat memberi kontribusi pada kemakmuran di belahan dunia lain, MSEAP sepakat untuk melipatgandakan usaha untuk mendukung peran dan fungsi parlemen dalam mandat mereka dan memperluas kerja sama antar parlemen untuk berkontribusi terhadap kemakmuran bersama di wilayah dan sekitarnya.

 

MSEAP memperhatikan bahwa keragaman politik, ekonomi, sosial dan budaya di wilayah Eurasia dapat menjadi kekuatan pendorong di balik kemakmuran bersama, MSEAP mendukung 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030 serta menggarisbawahi bahwa pencapaian mereka dapat membawa kekayaan dan stabilitas kepada daerah, dan bersepakat untuk merangsang dialog dan berkontribusi dalam membangun kepercayaan dan saling pengertian.

 

MSEAP pun mengakui pentingnya pengembangan kawasan Eurasia sebagai sebuah komunitas, kami berjanji untuk memberikan upaya bersama dalam hal dukungan legislatif dan institusi untuk mempromosikan kerja sama di berbagai bidang demi kepentingan bersama, untuk saling menguntungkan, seperti logistik, konektivitas, jaringan, infrastruktur, pertukaran orang-ke-orang, sumber daya, energi dan ekonomi digital dengan memperhatikan legislasi masing-masing negara.

 

Dalam pernyataan ini juga mengakui kebutuhan parlemen di wilayah kita untuk merespons secara aktif tantangan yang dihadapi masyarakat Internasional, seperti terorisme internasional, ekstremisme kekerasan, perdagangan narkoba, kejahatan transnasional, perubahan iklim, degradasi lingkungan, kemiskinan, segala bentuk ketidaksetaraan, dan isu-isu yang berkaitan dengan pengungsi. MSEAP mendukung kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Inter-Parliamentary untuk menghadapi tantangan global dan perlunya parlemen kita untuk mengambil perhatian dan melakukan usaha bersama dalam hal ini.

 

Dalam sidang MSEAP ke-2 di Seoul yang bertajuk Promoting or Interparliamentary Cooperation for Common Prosperity the Euro Asian Region, delegasi Parlemen Indonesia di pimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah didampingi anggota BKSAP Nurhayati (F-PPP) dan Sartono Hutomo (F-PD).(nt), foto : nita juwita/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota Muda Parlemen Dorong Kebijakan Untuk Lawan Ujaran Kebencian
21-11-2017 / B.K.S.A.P.
Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri yang mewakili Indonesia dalam konferensi IPU Global Conference of Young Parliamentarians,...
Di COP 23, DPR Dorong Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim
17-11-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat menghadiri Konferensi Para Pihak (Conference of Parties/COP) untuk Perubahan...
Kebijakan Non-Intervensi Karakteristik Negara Asean
15-11-2017 / B.K.S.A.P.
Arief Suditomo Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Anggota Komisi I mengatakan karakteristik negara-negara Asean adalah...
BKSAP Sesalkan KTT ASEAN Tidak Bahas Rohingya
15-11-2017 / B.K.S.A.P.
[Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Rofi Munawar dalam rilisnya menyesalkan KTT Asean tidak membahas secara serius tragedi kemanusiaan terhadap etnis...