Arsitek Indonesia Diharapkan Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

12-07-2017 / PARIPURNA

           

Dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Arsitek diharapkan Arsitek Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

 

Dengan UU ini pula maka akan memberikan kepastian hukum guna menunjang peningkatan kompetensi dan sumber daya manusia (SDM) arsitek dalam persaingan global.

 

Demikian harapan Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo  di depan Sidang Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (11/07/2017) saat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif DPR RI tentang Arsitek menjadi UU Arsitek

 

"Saatnya saya menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah Rancangan Undang-Undang tentang Arsitek dapat disetujui menjadi Undang-Undang Arsitek?" tanya Taufik, serentak dijawab "setuju" sebagai tanda selesainya pembahasan RUU Arsitek antara DPR dengan pemerintah.

 

Wakil Ketua Komisi V Sigit Sosiantomo menambahkan, dengan adanya UU ini, negara hadir dan menjadi penjamin bagi arsitek Indonesia yang berpraktik di dalam maupun luar negeri. Sedangkan di sisi lain, RUU ini memberi penguatan semangat kerjasama bagi arsitek daerah lainnya untuk peningkatan kualitas layanan praktik dengan mengamanatkan pemerintah daerah untuk menerbitkan lisensi kepada arsitek sebagai perpanjangan tangan negara.

 

"Sehingga, dapat membantu terciptanya praktik tertib pembangunan dan memberikan manfaat hasil pembangunan sebesar-besarnya bagi masyarakat," jelas Sigit.

 

Sementara itu Wakil Ketua Komisi V Lasarus, dalam kesempatan berbeda mengatakan,  pengesahan UU Arsitek menjadi sebuah langkah maju, karena menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara Asean lainnya yang terlebih dulu memiliki UU Arsitek.

 

Lebih lanjut, RUU ini juga mengatur tata laku praktik arsitek asing di Indonesia agar terjadi persaingan sehat diantara arsitek Indonesia dan asing. Hal ini dimaksudkan,  banyak perusahaan asing yang mendatangkan arsitek dari luar. Sementara, arsitek nasional hanya menjadi pemain kedua.

 

"Diharapkan UU Arsitek menempatkan arsitek kita menjadi pelaku utama atau tuan rumah di negeri kita sendiri," tandas Lasarus. (ann/sc), foto : azka/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Blue Print Pembangunan Parlemen Modern Telah Selesai Disusun
12-12-2017 / PARIPURNA
Tim Implementasi Reformasi DPR telah menyelesaikan penyusunan blue print pembanguna Parlemen Modern yang telah diterbitkan oleh Badan Keahlian dan Sekretariat...
DPR Sampaikan Keprihatinan Beberapa Bencana Alam di Indonesia
12-12-2017 / PARIPURNA
DPR RI menyampaikan keprihatinan atas terjadinya bencana alam di beberapa daerah, antara lain meletusnya Gunung Agung di Bali, bencana banjir,...
DPR Selesaikan 17 RUU
12-12-2017 / PARIPURNA
Selama tahun 2017, DPR bersama dengan pemerintah telah menyelesaikan sebanyak 17 Rancangan Undang-undang (RUU), yang terdiri atas enam RUU Prioritas...
Pemerintah Harus Jamin Keberadaan Elpiji 3 Kg
12-12-2017 / PARIPURNA
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam Ecky mendesak pemerintah untuk menjamin ketersediaan gas tabung elpiji 3 kg guna...