Pemerintah Sambut Baik Persetujuan DPR Bahas RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2016

18-07-2017 / PARIPURNA

Pemerintah diwakili Menteri Keuangan RI  Sri Mulyani Indarwati menyambut baik persetujuan seluruh fraksi DPR RI untuk membahas Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun 2016 pada tahap selanjutnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

 

Hal tersebut, disampaikan Sri Mulyani saat menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan Fraksi-Fraksi DPR-RI atas RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun 2016 dihadapan sidang Paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Selasa (18/7/2017).

 

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi langkah kita dalam melaksanakan konstitusi dan amanah dari rakyat Indonesia, sehingga kita dapat terus menjaga kepercayaan rakyat terhadap janji Republik Indonesia tercinta," ungkapnya. 

 

Dalam sambutanya Menkeu menyampaikan, pemerintah sangat menghargai pendapat dan masukan seluruh fraksi agar pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara, sehingga keuangan negara digunakan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan meningkatkan produktivitas dan daya saing perekonomian Indonesia. Pencapaian pembangunan tahun 2016 yang disampaikan oleh pemerintah antara lain : pertumbuhan ekonomi mencapai 5.02 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,8 persen.

 

Selain itu pendapatan per kapita mencapai sebesar Rp 47.96 juta/tahun. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 45.14 juta per tahun. Gini Ratio juga dinilai pemerintah membaik dari tahun 2015 sebesar 0,402 menjadi sebesar 0.397.

 

Di sisi lain pemerintah menanggapi pandangan dan pertanyaan F-GERINDRA, F-PKB, F-PKS, dan F. NASDEM mengenai realisasi tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Pemerintah menjawab, di tengah perekonomian global yang masih lemah, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 menunjukkan perbaikan dan tren positif yaitu tumbuh sebesar 5,02 persen, dibandingkan dengan tahun 2015 yang tumbuh sebesar 4,8 persen.

 

Adapun mengenai pandangan dan pertanyaan dari F-PDIP, F-GERINDRA, F-PD, F-PAN, F-PKB, F-PKS, F-PPP, dan F-NASDEM terkait pendapatan negara termasuk pendapatan perpajakan, pemerintah menjelaskan, realisasi pendapatan negara TA 2016 meningkat Rp 47,9 triliun atau 3,2 persen dibandingkan dengan realisasi TA 2015. Realisasi pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.284,9 triliun, PNBP sebesar Rp261,9 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp8,9 triliun. (eko/sc), foto : jayadi/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Kritik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
17-07-2018 / PARIPURNA
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkritisi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada APBN tahun 2017 maupun pada tahun...
Defisit APBN Masih Relatif Rendah
17-07-2018 / PARIPURNA
Pemerintah menilai, defisit APBN 2017 masih relatif rendah, yaitu sebesar 2,49 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini...
Pemerintah Klaim Realisasi Anggaran 2017 Menggembirakan
17-07-2018 / PARIPURNA
Pemerintah mengkalim realisasi anggaran untuk tahun 2017 cukup menggembirakan. Ini tercermin dari realisasi defisit APBN yang terkendali hingga level lebih...
DPR Sepakati RAPBN dan RKP 2019
12-07-2018 / PARIPURNA
Paripurna DPR RI menyepakati hasil rumusan panitia kerja (Panja) terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Rencana Kerja Pemerintah...