Pansus Angket Diminta Bekerja Transparan dan Akuntabel

27-07-2017 / PARIPURNA

Pansus Angket KPK telah dibentuk pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2016-2017. Pansus Angket KPK juga telah tercantum dalam Berita Negara sebagai dasar legitimasi. Oleh karena itu, pada Masa Persidangan V, Pansus Angket KPK telah mulai bekerja.

 

“Hal ini merupakan hak konstitusional DPR yang dijamin oleh Konstitusi. Dalam melaksanakan tugasnya, Pansus Angket KPK memfokuskan pada 4 (empat) aspek, yaitu pelaksanaan tugas dan wewenang KPK; kelembagaan; pengelolaan sumber daya manusia; dan pengelolaan anggaran,” ujar Wakil Ketua DPR RI Korinbang Agus Hermanto saat Rapat Paripurna di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/07/2017).

 

Agus mengatakan, dalam rangka efektifitas kerjanya, Pansus Angket KPK juga telah membuka posko pengaduan di Lobby Gedung Nusantara III. Posko tersebut merupakan tempat untuk menerima dan menampung berbagai aspirasi terkait pelaksanaan tugas KPK. “DPR berharap Pansus Angket KPK dapat bekerja secara transparan dan akuntabel,” ucapnya.

 

Sementara itu, sambung Agus, terkait dengan Tim Pengawas DPR RI terhadap Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, DPR telah meminta kepada Presiden untuk memberikan perhatian secara serius kepada Kementerian/lembaga terkait yang ditunjuk untuk lebih kooperatif dalam menyelesaikan pembahasan RUU tentang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri mengingat rakyat Indonesia sangat menantikan adanya Undang-Undang yang menjadi payung hukum agar penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

 

Lebih lanjut dikemukakan, fungsi pengawasan juga dilakukan melalui kegiatan Rapat Koordinasi ‘Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Negara Republik Indonesia Untuk Mewujudkan Konektivitas, Kedaulatan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017’.

 

Dalam rapat tersebut, DPR menegaskan pentingnya komitmen dari seluruh pihak untuk lebih memperhatikan daerah pinggiran dan perbatasan. "DPR juga mendorong Pemerintah untuk membentuk regulasi dan kelembagaan yang menguatkan kinerja Pemerintah dalam pembangunan perbatasan, dan mendorong Pemerintah untuk mendekatkan administrasi kependudukan dan pelayanan publik di tengah masyarakat khususnya di daerah perbatasan,” jelas Agus. (dep,mp)/foto:iwan armanias/iw. 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tindakan AS Dinilai Menantang Dunia
11-12-2017 / PARIPURNA
Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra menegaskan, tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota...
Tindakan Trump Ganggu Kedamaian Dunia
11-12-2017 / PARIPURNA
Saat ini Pelestina sedang menjadi hot spot atau kondisi wilayah yang paling panas di dunia sesudah Korea Utara dan Ukraina....
Pidato Donald Trump Ancam Perdamaian Timur Tengah
07-12-2017 / PARIPURNA
Pidato Presiden AS Donald Trump telah mengusik para pemimpin Islam, dan dinilai memicu konflik di Timur Tengah. Pernyataan Trump secara...
Arief Hidayat Terpilih Menjadi Hakim Kontitusi
07-12-2017 / PARIPURNA
Arief Hidayat terpilih menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi untuk masa jabatan 2018 – 2023. Persetujuan ini diberikan oleh DPR RI, usai...