Perppu No 1 Tahun 2017 Ditetapkan Menjadi UU

27-07-2017 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI akhirnya menetapkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.1/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan, menjadi UU. Perppu ini ingin menghimpun penerimaan pajak secara maksimal untuk pembangunan nasional.
 
 
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto yang memimpin rapat, Kamis (27/7), mengetuk palu atas penetapan Perppu ini. Seperti diketahui, Perppu tersebut merupakan kelanjutan dari implementasi perjanjian internasional di bidang pertukaran informasi keuangan untuk perpajakan atau yang dikenal juga dengan Automatic Exchange of Financial Account Information (AEOI). Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng dalam laporannya di hadapan rapat paripurna mengatakan, disetujuinya Perppu ini akan memberi kepastian hukum yang jelas.
 
 
“Kita mengharapkan dengan disetujuinya RUU tentang Perppu No.1/2017 tentang Akses Informasi untuk Kepentingan Perpajakan menjadi Undang-Undang dapat memberikan kepastian hukum mengenai pemberian akses yang luas bagi otoritas perpajakan dalam menerima dan memperoleh informasi keuangan bagi kepentingan perpajakan dan memenuhi komitmen Indonesia dalam perjanjian internasional terkait dengan pertukaran informasi keuangan secara otomatis,” paparnya.
 
 
Perppu ini, lanjut Mekeng, juga memberi keleluasaan bagi Dirjen Pajak untuk mengakses informasi keuangan yang selama ini masih terbatas. Basis data pajak bisa diperkuat bila akses dari lembaga keuangan dan negara mitra AEOI dibuka seluas-luasnya. Dengan begitu, ada upaya untuk peningkatan penerimaan pajak dan tax ratio.
 
 
Sebelumnya, Perppu ini sudah dibahas Komisi XI DPR dengan pemeritah, para pakar dan akademisi, Kadin, Apindo, Perbanas, Bursa Efek Indonesia, Dewan Ausransi Indonesia, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia, dan lain-lain. Mekeng juga menyampaikan pandangan semua fraksi di DPR terhadap Perppu tersebut.
 
 
Sementara itu Menteri Keuangan dalam sambutannya atas nama pemerintah, menyampaikan, dengan ditetapkannya Perppu ini menjadi UU, maka ruang gerak penghindar pajak dapat diperangi dan diminimalkan. “Denga berpartisipasi dalam AEOI, Indonesia akan menerima secara otomatis informasi keuangan milik Wajib Pajak Indonesia yang disimpan di negara-negara mitra AEOI, yang selama ini sulit untuk dideteksi oleh Direktorat Jenderal Pajak,” ujarnya. (mh,mp) Foto: Andri/jk

  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Setujui Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan Indonesia - Papua Nugini
17-10-2017 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menyetujui ratifikasi antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Negara Merdeka...
Nizar Zahro Sampaikan Keluhan Masyarakat tentang E-Toll
17-10-2017 / PARIPURNA
foto: Jayadi/Jy Anggota DPR RI Mohammad Nizar Zahro menyampaikan aspirasi masyarakat yang diterima oleh Fraksi Gerindra terkait masalah E-Toll dalam...
Badan Siber dan Lemsaneg Jadi Mitra Kerja Komisi I DPR
17-10-2017 / PARIPURNA
Berdasarkan hasil keputusan rapat konsultasi antar pimpinan DPR RI dan Pimpinan fraksi-fraksi pengganti rapat Bamus tanggal 16 Oktober 2017telah disepakati...
Legislator Usul Pembentukan Satgas Penanganan Perdagangan Manusia
17-10-2017 / PARIPURNA
foto: Jayadi/Jy Anggota Legislatif Rieke Diah Pitaloka mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Perdagangan Manusia, yang didalamnya ada unsur dari...