Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Masih Bagus

09-08-2017 / PIMPINAN

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan laporan Kuartal II 2017. Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen. Data International Monetary Fund (IMF) menunjukan, posisi Indonesia jauh berada di atas pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,5 persen.

 

Indonesia berada di posisi tiga besar di kelompok negara G-20 bersama India (7,2 persen), dan China (6,6 persen). Jauh di atas negara besar lain seperti Australia (3,1 persen), Korea Selatan (2,7 persen), Amerika Serikat (2,3 persen), dan Jepang (1,2 persen).

 

“Kita perlu mengapresiasi capaian tersebut. Ini menunjukan di tengah situasi perekonomian global yang masih tak menentu, pondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan tetap kokoh,” kata Ketua DPR RI Setya Novanto, dalam rilis kepada Parlementaria, Rabu (9/8/2017).

 

Novanto lihat, tak mengherankan jika lembaga pemeringkat kredit Standard and Poor (S&P) menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi Investment Grade. Moody's Investors Service dan Fitch Ratings juga memberikan penilaian positif terhadap penilaian kredit Indonesia.

 

“Walaupun konsumsi rumah tangga hanya tumbuh menjadi 4,94 persen, ini bukanlah hal yang buruk. Bank Indonesia melaporkan, tabungan nasabah justru naik Rp 60,4 triliun. Artinya, kebijakan fiskal perekonomian tahun 2017 secara keseluruhan cukup baik. Pemerintah masih bisa menjaga pendapatan masyarakat,” analisa Novanto.

 

Politisi F-PG itu memastikan, DPR RI mendukung pemerintahan Joko Widodo untuk terus melanjutkan reformasi memperbaiki iklim bisnis, menumbuhkan investasi, serta meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat. Jika diperlukan, pemerintah bisa mengeluarkan paket kebijakan ekonomi seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Setidaknya sudah 15 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan dan terbukti memberikan efek positif dalam perekonomian nasional.

 

“Saya juga menghimbau kalangan dunia usaha agar tidak melakukan pengurangan tenaga kerja yang akan berefek pada penurunan daya beli masyarakat. Jika ada regulasi maupun hal lainnya yang dirasa tak bisa menopang dunia usaha, DPR RI siap menampung aspirasi dan mencari solusi,” komitmen Novanto.

 

Ia juga mendorong agar dana desa yang telah dianggarkan DPR RI mencapai Rp 60 triliun bisa segera disalurkan ke sekitar 75 ribu desa. Setiap desa rata-rata akan mendapat Rp 1 miliar. Melalui penggunaan yang tepat dan cermat, diawasi seluruh kalangan masyarakat di desa.

 

“Saya yakin dana ini akan mampu menggerakan roda perekonomian desa. Pada akhirnya akan bisa meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat,” optimis politisi asal dapil Nusa Tenggara Timur itu. (sf,mp) Foto: Jaka/jk


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pengamanan Kompleks Parlemen Masih Lemah
15-12-2017 / PIMPINAN
Plt. Ketua DPR RI Fadli Zon melaksanakan sidak ke sejumlah sarana dan prasarana di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat...
Posisi Fahri Hamzah Tak Bisa Diganggu Gugat
15-12-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan posisinya tak bisa diganggu, baik posisi dari keanggotaan DPR, anggota Partai Keadilan Sejahtera...
Pimpinan DPR RI Dukung Rencana Aksi Bela Palestina di Silang Monas
14-12-2017 / PIMPINAN
Pimpinan DPR RI mendukung Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina atau yang disingkat dengan Aksi Bela Palestina pada Minggu (17/12/2017. Hal...
Dubes Kamboja Kagumi Pancasila
14-12-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Kordinator bidang Politik, Hukum dan HAM, Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Kamboja, HOR Nam Bora....