Bagus Adhi Berupaya Bangun Pertanian Modern di Bali

10-08-2017 / KOMISI IV

Konsep pertanian modern merupakan usaha mewujudkan optimalisasi usaha tani guna menghasilkan bahan pangan yang bermutu. Yang sangat diperhatikan dari hasil panen adalah baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pertanian moderen tidak hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan pemuliaan spesies pertanian, akan tetapi sudah lebih dari pada itu. Bahkan Anggota Komisi IV DPR RI Bagus Adhi Mahendra Putra memiliki misi mewujudkan pertanian di Bali yang memiliki daya tarik pariwisata.

 

"Masyarakat Bali memiliki niat hidup sehat yang lebih tinggi, oleh sebab itu  di Bali sebagai daerah pariwisata, kita harus bisa menghasilkan satu langkah maju di pertanian ini, bisa membangun satu objek wisata baru di bidang pertanian, tidak hanya menjual sawah terasering, tapi juga menjual hasil pertanian yang lebih maju. Maju dalam arti langkah pengelolaan secara modern, maju secara kualitas pertanian itu sendiri. Itu yg menjadi harapan saya," papar Adhi di Bali, Rabu (9/8/2017) sore.

 

Pernyataan tersebut dia sampaikan sesaat setelah acara penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di Bali. Acara ini juga didampingi oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan  RI Pending Dadih Permana. Agenda tersebut juga dibarengi dengan penyerapan aspirasi dari masyarakat pertanian di Bali.

 

Amatra begitu Adhi populer disapa di Bali menyampaikan, pulau dewata ini merupakan tempat yang memiliki daya tarik pariwisata, hal tersebut bisa menjadi modal untuk mengangkat sektor pertanian tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan pangan saja, tapi juga memiliki nilai entertain.

 

"Bali ini tempat menjual, kita harus membuat suatu hal yang lebih maju, karena yang datang ke Bali adalah wisatawan, yang datang ke Bali adalah masyarakat-mayarakat yang tingkatnya lebih baik dari yang lain, ada nilai plus," ujar Amatra, Adhi Mahendra Putra.

 

Lebih lanjut anggota dewan dari Dapil Bali ini juga memiliki hasrat, tidak hanya di Bali saja yang memiliki wisata pertanian tapi juga Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara agraris. Dengan begitu, sektor pertanian akan menarik pemuda- pemuda untuk turut serta berkontribusi di dalamnya.

 

"Nah kalau ini bisa kita wujudkan, tidak hanya di Bali di Indonesia sekalipun. Maka niat pemuda-pemuda untuk melakukan pertanian lebih tinggi. Inilah pentingnya peran dan perhatian pemerintah. Dalam kaitanya meningkatkan pertanian ini, dari pengolahan sampai pasca panen. Ini harus kita perhatikan," tandas Adhi.

 

Pertanian modern merupakan teknologi atau inovasi di bidang pertanian yang lebih maju, dari segi mesin, pengendalian hama penyakit sampai panen dan pasca panen. Hal yang membedakan pertanian modern dengan pertanian tradisional adalah perlakuan atau cara perawatan dan budidayanya. Faktor yang mendukung pertanian modern adalah Sumber Daya Manusia (SDM), benih berkualitas tinggi, hasil pertanian yang berkualitas, serta mekanisasi berteknologi tinggi.

 

Peranan pemerintah untuk memajukan pertanian modern untuk negara Indonesia sudah di mulai dari belasan tahun yang lalu, pertanian yang semakin dibutuhkan dan semakin menjadi muka dari negara ini ternyata ada perkembangannya namun bertahap. Seperti halnya pertanian Jepang mutu kualitas produk pertanian sudah tidak diragukan lagi, kebutuhan konsumen sangat jelas dengan harga yang setabil, ini yang di sebut sebagai pertanian modern. (eko) Foto: Eko/jk


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi IV DPR RI Pertanyakan Perubahan Skema Anggaran Beberapa Program KKP Menjadi Multiyears Contract
19-10-2017 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI mempertanyakan perubahan skema anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadiMultiyears contractyang dijalankan KKP dalam beberapa program...
Butuh Pengorbanan Pemimpin Wujudkan Pertanian Berkelanjutan
19-10-2017 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, dibutuhkan pengorbanan dari para pemimpin negeri ini untuk bisa membuat dan...
Roem Kono Dorong Gerakan Penanaman Jutaan Bibit Kelapa Dalam
18-10-2017 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono mendorong gerakkan penanaman kembali dua juta bibit Kelapa Dalam. Hal tersebut diungkapkannya...
Banyak Fakultas Pertanian Namun Jumlah Petani Menurun
18-10-2017 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menilai Indonesia banyak memiliki fakultas Pertanian di berbagai perguruan tinggi....