DPR Terima RATBI 2018

29-08-2017 / PIMPINAN

Ketua DPR RI Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Bidang Korekku Taufik Kurniawan menerima Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI)  Anggaran Operasional Tahun 2018. DPR mengapresiasi langkah Gubernur BI Agus Martowardojo yang memulai tradisi tersebut.

 

"Kami mengapresiasi adanya suatu tradisi yang baru dari BI,  yang menyampaikan anggaran tahun BI secara rutin setiap tahunnya,"  ungkap Taufik usai menerima Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung DPR RI,  Senayan,  Jakarta,  Senin (28/8/2017).

 

Menurut taufik, penyerahan RATBI ini akan menjadi satu dalam rangkaian proses pembahasan anggaran 2018 di Komisi XI dan Badan Anggaran, yang mana BI juga akan menyuguhkan data persandingan dengan data dari Badan Pusat Statistik terkait laju pertumbuhan ekonomi di tahun 2018.

 

"Ataupun terkait dengan inflasi dan segala macam yang terkait dengan makro ekonomi sehingga persandingan data semakin lebih memperkuat dan mempertajam akurasi data teman-teman di Komisi XI manakala ditetapkan asumsi makro," jelas Taufik

 

Dalam kesempatan tersebut,  Agus Martowardojo juga menyampaikan kondisi perekonomian negara secara umum. Menurutnya,  kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan berada di angka 5,01 persen. Sedangkan dari sisi pengendalian inflasi Indonesia masih aman. Sebab, inflasi berada di kisaran 4 persen pada 2017.

 

Sementara dari segi neraca pembayaran, Agus mengatakan Indonesia berada dalam kondisi surplus. Kondisi rupiah terhadap dolar juga mengalami apresiasi.

 

“Kita lihat neraca pembayaran Indonesia dalam kondisi surplus. Tahun ini, rencananya ada di US$ 7 miliar surplus. Kita lihat bahwa nilai tukar rupiah pada 2016 menunjukkan kondisi yang apresiasi terhadap dolar dan kinerja rupiah itu yang terbaik di Asia Pasifik,” jelas Agus. 

 

"Perencanaan 2018 sudah  kami suguhkan dalam dokumen kita harapkan anggaran ini bisa dibahas dan disetujui, sehingga akan membuat lembaga negara BI bekerja dengan baik untuk menjalankan fungsi moneter, makro prudensial, sistem pembayaran dan peredaran uang rupiah," sambung mantan Menteri Keuangan kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. (ann/sc) foto : Runi/jk

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Delegasi DPR RI Perjuangkan Resolusi Krisis Kemanusiaan Rohingya di Sidang AIPA
19-09-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sekaligus Ketua delegasi parlemen Indonesia di Sidang Umum ke-38 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) menyampaikan...
Baksos di Semarang Wujud Silaturahmi kepada Rakyat
18-09-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) menyelenggarakan Bakti Sosial dengan tema “Penjaringan dan Pengobatan Penyakit di...
Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi
18-09-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menegaskan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah kecolongan terkait penyebaran obat PCC (Paracetamol,...
Parlemen Remaja Diharapkan Jadi Pelopor Anti Narkotika
15-09-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengungkapkan tema yang diambil dalam kegiatan Parlemen Remaja tahun 2017 mengenai Narkoba sangat relevan. Sebab, diketahui...