Empat Anggota DPR Lintas Fraksi Nyatakan Sikap Kemanusiaan Rohingya

31-08-2017 / PARIPURNA

Empat orang anggota dari empat fraksi di DPR RI yakni Almuzzammil Yusuf (F-PKS), Yandri Susanto (F-PAN), Sodik Mudjahid (F-Gerindra), dan Junimart Girsang (F-PDIP) menyampaikan pernyataan sikapnya tentang rasa kemanusiaan terhadap peristiwa yang terjadi di Rohingya Myanmar beberapa waktu belakangan ini.

 

“Fenomena disana secara kemanusiaan semakin berat. Oleh karenanya pada hari ini atas nama perintah konstitusi, yakni dimana dalam amanat konstitusi kita menyatakan anti penjajahan, dan kita harus berperan aktif dalam kemanusiaan. UUD 1945 juga mengamanatkan tentang HAM, maka kami ingin menyatakan bahwa kami yang terdiri dari empat fraksi dan Insya Allah fraksi yang lain juga akan bergabung akan mengusulkan kepada Pimpinan DPR RI untuk mengirimkan 500 Anggota Dewan se ASEAN untuk ikut memantau apa yang terjadi di Rohingya Myanmar,” ujar Muzzammil sesaat sebelum mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR, Kamis (31/08/2017).

 

Muzzammil mengatakan, selain pemerintah, PBB, dan LSM, Anggota Dewan juga harus berperan menjalankan tugas amanat konstitusi, minimal 100 Anggota parlemen ASEAN dari seluruh fraksi di ASEAN dikirimkan untuk memantau peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Rohingya.“Semangat ini adalah semangat hampir seluruh fraksi yang akan kami nyatakan didalam Rapat Paripurna,” ucapnya.

 

Senada dengan Muzzammil, Anggota DPR RI Yandri Susanto menegaskan bahwa Myanmar merupakan bagian dari komunitas dunia, dia harus tunduk dan patuh pada nilai-nilai universal kemanusiaan, tidak boleh membabi buta bahwa yang berbeda keyakinan dan etnis menjadi dianggap musuh oleh Myanmar.

 

“Kami meminta pemerintah untuk lebih nyata bertindak. Kalau perlu Duta Besarnya diusir dulu, agar mereka paham bahwa masalah kemanusiaan itu penting. Karena perintah undang-undang, Indonesia harus lebih proaktif terhadap masalah kemanusiaan. Myanmar adalah bagian dari ASIAN maka Indonesia harus paling depan,” tandas Yandri.

 

Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan bagian dari kinerja DPR, yakni diplomasi parlemen. “Pada bulan-bulan ini akan kami intensifkan kepada ASEAN, dan juga kepada seluruh negara untuk mempunyai komitmen yang kuat terhadap Myanmar,” tuturnya.

 

Sementara Fraksi PDI Perjuangan DPR RI melalui anggotanya  Junimart Girsang menyatakan, fraksi PDI-P mendorong pemerintah agar segera membangun komunikasi dengan pemerintah Myanmar. “Apapun alasannya, hak asasi manusia menjadi dasar tertinggi dari negara kita. Kita juga tidak mau kejadian di Myanmar itu berimbas ke Indonesia. Rasa kepedulian masyarakat Indonesia melalui wakil-wakil rakyat di DPR ini harus kita tunjukkan kepada masyarakat yang tertindas disana,” ungkapnya. (dep,mp) Foto : Jayadi/jk


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Masa Persidangan II, Pengawasan DPR meliputi Pemilu dan Angket KPK
15-11-2017 / PARIPURNA
Masa Persidangan II DPR RI, Tahun Sidang 2017-2018, telah dibuka oleh Ketua DPR RI Setya Novanto. Dalam masa sidang...
DPR Minta KPU dan Bawaslu Percepat Regulasi Pemilu Serentak 2019
15-11-2017 / PARIPURNA
Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden serta Wakil Presiden 2019, tahapannya sudah dimulai sejak bulan Oktober 2017 lalu. DPR minta...
Legislator Usulkan Bentuk TPF Penyanderaan di Papua
15-11-2017 / PARIPURNA
Anggota DPR RI Jimmy Demianus Ijie mengusulkan dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kasus penyaderaan 1.300 warga sipil di Tembagapura,...
Ketua DPR Ingin Pelaksanakan APBN 2018 Transparan dan Akuntabel
15-11-2017 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Setya Novanto menyatakan keingannya agar pelaksanakan APBN 2018 dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tujuan pembangunan untuk...