Komitmen Parpol Atas Kuota Tiga Puluh Persen Perempuan di Politik Cukup Tinggi

06-09-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Kordinator bidang Politik, Hukum dan HAM, Fadli Zon meyakini bahwa komitmen untuk tiga puluh persen keterlibatan perempuan di bidang politik dari masing-masing partai politik cukup tinggi. Namun, masih terkendala masih kurangnya jumlah perempuan yang memiliki kapasitas seperti  yang diharapkan.
 
 
“Masukan yang sangat konstruktik dari KPPI (Kaukus perempuan politik Indonesia) yang mendorong afirmasi perempuan di politik, seharusnya bisa ditampung dalam undang-undang pemilu, tapi itu sudah lewat UU pemilu sudah disahkan. Namun ke depan lebih kepada political will dari masing-masing parpol akan hal itu. Saya yakin hamper semua parpol berkomitmen untuk tiga puluh persen keterlibatan perempuan di nomer satu di parpolnya sangat tinggi, tapi terkendala orangnya. Masih sedikit perempuan yang memiliki kapasitas seperti yang diharapkan dalam dunia politik,”ujar Fadli Zon saat menerima pengurus KPPI di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Selasa (5/9).
 
 
Pengalaman pada pemilu tahun 2014 lalu misalnya, parpol kesulitan untuk memenuhi kuota calon perempuan, padahal sudah dilakukan open rekruitmen untuk menjaring perempuan yang benar-benar bisa mempunyai kapasitas, networking dan jaringan yang kompetitif. Bahkan lajut Fadli, dalam bahasa kasarnya mungkin ada yang sekedar untuk memenuhi syarat tiga puluh persen kuota perempuan.
 
 
“Tugas KPPI atau CSO lainnya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas building dari perempuan-perempuan Indonesia dalam bidang politik. Di Negara lain keterwakilan perempuan di bidang politik sangat banyak, sebut saja Mexico dan Norwegia. Bahkan di negara Ecuador tiga pimpinan parlemennya adalah perempuan. Fiji dan India memiliki speaker perempuan. Serta calon presiden IPU dua-duanya merupakan perempuan. Jadi bisa dipastikan Presiden IPU mendatang adalah perempuan,”jelas Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini.
 
 
Pada kesempatan itu KPPI yang diketuai oleh Dwi Septyawati memberi masukan terkait kesetaraan gender sekaligus meminta dukungan DPR RI melalui wakil ketua DPR RI, Fadli Zon, untuk mendorong afirmasi perempuan di politik. Terutama dorongan untuk tiga puluh persen perempuan dalam partai politik yang tidak hanya sekedar berada dalam struktur, melainkan juga menjadi pengurus harian. Dalam kongres perempuan dunia yang digelar PBB beberapa waktu silam, pihaknya sempat mendapat teguran dari PBB karena jumlah perempuan yang masuk dalam politik hanya 11 persen. Walaupun saat ini sudah mencapai 17 persen, namun masih jauh dari jumlah 30 persen yang diamantkan oleh undang-undang. (Ayu,mp), Foto : Arief

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Polandia Harus Berikan Fasilitas Bebas Visa Schengen untuk Indonesia
23-11-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengharapkan dukungan Polandia terkait pemberian fasilitas bebas visa Schengen. "Dengan pemberian bebas visa tentu saja...
Diperlukan Optimalisasi dan Realisasi Kerjasama Bilateral Indonesia-Polandia
21-11-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan kerja sama bilateral Indonesia-Polandia sudah terjalin dengan baik, tinggal diperlukan optimalisasi dan realisasi....
Indonesia-Polandia Perlu Meningkatkan Kerjasama di Sektor Pertanian
21-11-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam kunjungannya ke Polandia melakukan pertemuan terbatas dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan H.E...
Setelah UU Desa, Pembangunan Merata Ke Seluruh Indonesia
20-11-2017 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah sangat bersyukur setelah UU Desa diberlakukan pada masa Pemerintahan...