Ketua DPR Ajak Turki Wujudkan Perdamaian Dunia

07-09-2017 / B.K.S.A.P.

Ketua DPR RI Setya Novanto mengajak Turki bersama Indonesia berada di garis terdepan dalam mewujudkan perdamaian dunia, bukan hanya atas nama solidaritas muslim, melainkan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Demikian di ungkapkan Setya, usai melakukan pertemuan bilateral dengan Parlemen Turki yang dipimpin H.E. Mr. Ahmet Aydin, di sela-sela rangkaian kegiatan Forum Parlemen Sedunia, di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Rabu (6/9/2017).

 

“Dalam pertemuan, secara keras, Parlemen Turki mengecam sikap Barat yang selalu diam saat menyaksikan umat muslim di berbagai belahan dunia mengalami penindasan, untuk itu saya mengajak Turki untuk mewujudkan perdamaian dunia ”jelas Setya.

 

Selain isu kemanusiaan, disisi perdangangan,  Setya menambahkan, Parlemen Turki menginginkan peningkatan nilai perdagangan mencapai USD 10 milliar pada 2023. “Saya menyambut baik hal ini. Bahkan jika bisa, sebelum 2023 sudah terwujud. Untuk itu, kami sepakat melakukan komunikasi yang intensif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat perdagangan kedua Negara,”jelasnya.

 

Terlebih lagi, lanjut Setya, Indonesia dan Turki tergabung dalam negara G-20, dan bersepakat untuk terus bekerjasama dalam berbagai forum Internasional, terutama di G-20, sehingga bisa mendorong perdagangan dunia yang memiliki dimensi keadilan.

 

Stabilitas politik dan ekonomi yang kini terjaga dengan baik, papar Setya, membuat Indonesia lebih ramah kepada para investor. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen, di atas pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,5 persen. Indonesia berada di posisi tiga besar di kelompok negara G-20 bersama India (7,2 persen) dan China (6,6 persen). Berdasarkan survey Gallup World Poll 2017, 80 persen masyarakat Indonesia menaruh kepercayaan terhadap pemerintahan nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo. “Untuk itu, Turki tak perlu khawatir untuk berinvestasi,”terang Setya.

 

Selain membicarakan kerjasama ekonomi, Parlemen Turki juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penyelenggaraan World Parliamentary Forum yang telah mengangkat isu Rohingnya. Turki juga memiliki concern yang sama seperti Indonesia dalam menyikapi tragedi kemanusiaan atas etnis Rohingnya.

 

Secara khusus, Parlemen Turki juga menyampaikan apresiasi kepada Ibu Nurhayati Assegaf atas keberhasilan dan track record beliau di dunia politik. Bagi Parlemen Turki, Ibu Nurhayati telah memberikan inspirasi kepada para wanita di dunia Islam.

 

“Kami berharap akan semakin banyak wanita di dunia islam seperti Ibu Nurhayati” ujar H.E. Mr. Ahmet Aydin.

 

Dalam pertemuan itu, Parlemen Turki berkesempatan memberikan cinderamata berupa tasbih kepada Ketua DPR Setya Novanto.(tim), foto :eka hindra/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Grup Kerja Sama Sri Lanka Segera Terwujud
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Parlemen antara Indonesia dan Sri Lanka segera terwujud. Kedua negara sama-sama memandang penting hubungan ini. Diplomasi parlemen...
Perlunya Intervensi Perlindungan Anak dan Perempuan Rohingya
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua BKSAP (Badan kerjasama antar Parlemen) sekaligus Ketua Tim delegasi DPR RI dalam sidang Komisi Perempuan AIPA (Women of AIPA),...
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
15-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua GKSB DPR RI – Parlemen India Satya Widya Yudha menerima kunjungan Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat di Ruang...
BKSAP Akan Bawa Resolusi Myanmar ke Sidang AIPA
12-09-2017 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI akan membawa resolusi terkait krisis kemanusiaan Rohingya di wilayah Rakhine,  Myanmar ke...