Buletin Parlementaria Raih Penghargaan Perpusnas

11-09-2017 / LAIN-LAIN

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) memberikan penghargaan kepada penerbit majalah, jurnal, buletin, buku dan grey literature di acara Indonesia Internasional Book Fair. Dalam acara pemberian penghargaan ini Buletin Parlementaria terpilih menerima penghargaan, sebagai buletin yang selalu meliput kegiatan yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat, dan secara rutin terbit priodik seminggu sekali. 

 

Kepala Biro Pemberitaan Parleman Djaka Dwi Winarko mewakili segenap tim redaksi Buletin Parlementaria menerima penghargaan secara langsung dari Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando. Djaka menyampaikan sudah menjadi kewajiban bagi lembaga yang menerbitkan karya cetak dan karya rekan untuk menyerahkan produknya kepada Perpusnas. Hal ini senada dengan keberadaan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

 

"Ini salah satu bentuk penghargaan, pengakuan kepada lembaga kita, kepada Buletin Parlementaria. Kita mendapat penghargaan nomor satu untuk kategori buletin," ujar Djaka di Assembly Hall JCC Senayan, Jakarta, Ahad (10/9/2017). 

 

Menurutnya selain sebagi kepatuhan pada undang-undang, menyerahkan karya cetak untuk disimpan di Perpusnas juga penting sehingga peristiwa-peristiwa di DPR terdokumentasi dengan baik. 

 

"Selain melaksanakan undang-undang ini bagus juga karena ini karya-karya kita, peristiwa-peristiwa yang kita rekam setiap hari di Buletin Parlementaria, adalah perjalanan dari  perlemen kita, kinerja anggota dewan. Itu akan terekam akan tersimpan dengan baik di Perpustakaan Nasional. Sehingga suatu saat nanti, apabila diperlukan untuk penulisan atau penelitian itu bisa kita buka," papar Djaka. 

 

Kepala PNRI, Muhammad Syarif Bando menyampaikan, penghargaan yang diberikan kepada penerbit majalah, jurnal, buletin, buku dan grey literature ini, karena secara aktif dan terus menerus menyerahkan terbitannya kepada Perpusnas. Hal ini bertujuan untuk pelestarian budaya, pendayagunaan dan pemanfaatan ilmu pengatahuan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga dunia, karena Perpusnas juga diakses oleh kurang lebih 138 negara.

 

"Semua terbitan karya cetak, karya rekam yang pernah dihasikan anak bangsa tersimpan di Perpustakaan Nasional. Tujuannya adalah pelestarian budaya, pendayagunaan dan pemanfaatan ilmu pengatahuan yang pernah ada," jelas Syarif. (eko/sc) foto:andri/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Lomba Pengucapan Panca Prasetya KORPRI, Bangkitkan Semangat ASN
22-11-2017 / LAIN-LAIN
Kepala Biro Protokol Sekretariat Jenderal DPR RI Suratna mengapresiasi diadakannya lomba pengucapan sumpah Panca Prasetya KORPRI. Menurutnya, lomba ini bertujuan...
Panca Prasetya KORPRI, Komitmen Pengabdian Terhadap Bangsa dan Negara
22-11-2017 / LAIN-LAIN
Kepala Biro Protokol Sekretariat Jenderal DPR RI Suratna menegaskan pentingnya sumpah Panca Prasetya KORPRI bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya...
Bintang Orator Disiarkan di Facebook DPR
22-11-2017 / LAIN-LAIN
Sekretariat Jendral dan Badan Keahlian DPR RI sedang menyelenggarakan lomba bintang orator dengan tema “Kalau Saya Anggota DPR”. Lomba ini...
DPR Sapa Masyarakat Palembang di Humas Layanan Publik Expo 2017
21-11-2017 / LAIN-LAIN
Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI berkesempatan menyapa masyarakat Palembang dalam acara Humas Layanan Publik Expo 2017 yang akan...