Ketua DPR Ingatkan Dampak Perubahan Iklim

11-09-2017 / B.K.S.A.P.

Menjelang penutupan sidang World Parliamentary Forum on Sustainable Development di Nusa Dua, Bali (6-7 September 2017), Ketua DPR RI Setya Novanto mengingatkan pentingnya peran parlemen menjaga bumi. Parlemen harus proaktif mendorong masing-masing negaranya dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

 

“Perubahan iklim dunia terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50 - 100 tahun. Namun dampaknya sangat besar bagi kehidupan. Misalnya, mencairnya es di kutub, terutama sekitar Greenland, dapat menyebabkan terjadi penambahan tinggi permukaan laut di dunia,” ungkap Novanto di Nusa Dua Bali, Kamis (07/9/2017).

 

Berbagai penelitian menunjukan, pada abad ke-20 telah terjadi kenaikan permukaan air laut 20-25 cm. Apabila separuh es Greenland dan Antartika meleleh, maka akan terjadi kenaikan permukaan air laut rata-rata setinggi 6-7 meter. Hal ini dapat menyebabkan terendamnya daratan yang merupakan habitat mahluk hidup, serta menggangu keseimbangan ekosistem.

 

Ia menambahkan, hasil penelitian NASA menunjukkan, bahwa pemanasan dalam beberapa dekade terakhir telah keluar dari batas yang seharusnya. Misalnya, pada tahun 2016, suhu rata-rata bumi mencapai 1,38 derajat celcius, mendekati batas 1,5 derajat celcius yang telah disetujui dalam kesepakatan iklim di Paris 2015.

 

Karena itu, menurut Novanto, kebijakan dunia dalam mengatasi dampak perubahan iklim harus mencerminkan keseimbangan dan keadilan, serta tidak menghambat pembangunan negara berkembang. Dia juga mendorong Ratifikasi Doha Amandemen harus segera dilakukan di berbagai negara. Dengan demikian bisa melanjutkan Protokol Kyoto dan merealisasikan komitmen pendanaan perubahan iklim sebesar USD 100 milyar pada tahun 2020. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan negara berkembang dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

 

“Kita hanya punya satu bumi untuk ditinggali. Tak ada pilihan lain selain menjaganya dengan bijaksana. Apa yang kita lakukan hari ini dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi dampak perubahan iklim, akan bermanfaat pada kehidupan generasi mendatang,” tandas Novanto. (tim), foto : jaka nugraha/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Grup Kerja Sama Sri Lanka Segera Terwujud
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Parlemen antara Indonesia dan Sri Lanka segera terwujud. Kedua negara sama-sama memandang penting hubungan ini. Diplomasi parlemen...
Perlunya Intervensi Perlindungan Anak dan Perempuan Rohingya
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua BKSAP (Badan kerjasama antar Parlemen) sekaligus Ketua Tim delegasi DPR RI dalam sidang Komisi Perempuan AIPA (Women of AIPA),...
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
15-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua GKSB DPR RI – Parlemen India Satya Widya Yudha menerima kunjungan Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat di Ruang...
BKSAP Akan Bawa Resolusi Myanmar ke Sidang AIPA
12-09-2017 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI akan membawa resolusi terkait krisis kemanusiaan Rohingya di wilayah Rakhine,  Myanmar ke...