Parlemen APA Sepakati Bantuan Kemanusiaan ke Negara Terkena Dampak Konflik

12-09-2017 / B.K.S.A.P.

Sidang APA (Asian Parliamentary Assembly)  Standing Committee Social and Cultural Affairs menyepakati usulan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Irak, Suriah, Yaman dan Myanmar. Negara - negara yang disebutkan dalam draf resolusi tersebut adalah negara di mana tempat bencana kemanusiaan terjadi. Parlemen APA sepakat melakukan segenap upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke negara-negara tersebut. 

 

Usulan pemberian bantuan kemanusiaan ke Irak, Yaman dan Suriah awalnya tertuang dalam draf resolusi yang diajukan oleh Parlemen Rusia. Dalam pembahasan draf resolusi yang diajukan tersebut kemudian ada usulan dari delegasi Parlemen Turki untuk memasukkan Myanmar sebagai salah satu negara yang menjadi tempat terjadinya bencana kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya baru-baru ini.

 

Usulan dari Parlemen Turki tersebut membuat pro dan kontra di antara 20 parlemen negara Asia yang hadir. Delegasi Parlemen India dengan tegas menolak usul dari Parlemen Turki dan meminta reservasi dari Ketua Sidang jika Myanmar tetap dimasukkan dalam negara yang butuh bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Parlemen Irak meminta agar situasi di Irak, Suriah, Yaman dan Myanmar tidak disamaratakan. Delegasi DPR RI sendiri mendukung penuh usulan Parlemen Turki untuk memberikan bantuan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

 

Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya peserta sidang sepakat untuk memasukkan Myanmar sebagai salah satu negara yang memerlukan bantuan kemanusiaan untuk Rohingya.

 

Sebelumnya, dalam pembahasan draf resolusi mengenai “Kerjasama yang Efektif dalam Memerangi Perdagangan Obat-obatan Terlarang di Asia”, delegasi DPR RI yang diwakili oleh Siti Masrifah (F-PKB/Komisi IX) menegaskan perlunya parlemen APA menyadari pentingnya program alternative development (pembangunan alternatif) yang bertujuan untuk mengubah ketergantungan petani yang menanam tanaman mengandung zat terlarang dengan menanam tanaman lain yang tidak berbahaya dan bernilai jual tinggi. Usulan ini disepakati secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang dan masuk ke dalam draf resolusi tersebut.

 

Sidang APA Standing Committee Social and Cultural Affairs 2017 berhasil mengadopsi 10 draf resolusi terkait isu sosial dan budaya di Asia yang akan diajukan ke Executive Council dan Plennary Session APA 2017. Dalam sesi penutupan, delegasi DPR RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Parlemen Bhutan beserta seluruh masyarakat Bhutan atas keramahtamahan mereka. Setelah mendengarkan pandangan akhir dari peserta sidang dan adopsi laporan, sidang resmi ditutup oleh Ketua National Assembly Bhutan yang bertindak sekaligus sebagai Ketua Sidang, H.E. Mr. Tshongpon Jigme Zangpo. (BKSAP), foto : dok-bksap dpr/hr.

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Grup Kerja Sama Sri Lanka Segera Terwujud
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Parlemen antara Indonesia dan Sri Lanka segera terwujud. Kedua negara sama-sama memandang penting hubungan ini. Diplomasi parlemen...
Perlunya Intervensi Perlindungan Anak dan Perempuan Rohingya
19-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua BKSAP (Badan kerjasama antar Parlemen) sekaligus Ketua Tim delegasi DPR RI dalam sidang Komisi Perempuan AIPA (Women of AIPA),...
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
15-09-2017 / B.K.S.A.P.
Ketua GKSB DPR RI – Parlemen India Satya Widya Yudha menerima kunjungan Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat di Ruang...
BKSAP Akan Bawa Resolusi Myanmar ke Sidang AIPA
12-09-2017 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI akan membawa resolusi terkait krisis kemanusiaan Rohingya di wilayah Rakhine,  Myanmar ke...