Kunjungan Parlemen Myanmar ke DPR Diharapkan Mampu Perbaiki Hubungan

12-09-2017 / KOMISI XI

Ketua Komisi XI DPR RI Melcias Markus Mekeng berharap kunjungan Parlemen Myanmar ke DPR RI akan mampu memperbaiki hubungan bilateral Indonesia dengan Myanmar yang saat ini hubungan kedua negara sedikit terganggu dengan pemberitaan tentang Rohingya.

 

“Kami merasa senang dan terima kasih karena dikunjungi Parlemen Myanmar. Ini suatu kunjungan kehormatan yang dilakukan secara berkala untuk membangun hubungan yang lebih baik,” ujar Mekeng di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

 

Kunjungan Parlemen Myanmar yang dipimpin Mya Thaung adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang DPR pada umumnya dan Komisi XI pada khususnya.

 

Dihadapan Parlemen Myanmar, Mekeng memaparkan sejumlah penjelasan tentang DPR dari berbagai sisi. “Komisi adalah alat kelengkapan DPR yang tetap dan jumlah anggotanya diputuskan dalam  rapat paripurna, selain itu DPR juga memiliki 3 fungsi yakni pengawasan , legislasi dan anggaran,” tutur Mekeng.

 

“Kita juga melakukan fit and proper test terhadap anggota BPK, Dewan Gubernur Bank Indonesia, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia dan Dewan Komisioner OJK,” sambung Mekeng.

 

Politisi Golkar ini juga memaparkan tentang berbagai jenis rapat di DPR yang diantaranya yakni rapat kerja, rapat dengar pendapat, rapat dengar pendapat umum. “Di DPR ada berbagai jenis rapat yakni raker, RDP, RDPU ataupun rapat kerja gabungan komisi apabila pembahasannya lebih dari satu bidang komisi. DPR juga melakukan kunker untuk mendalami permasalahan di daerah,” terang Mekeng.

 

Kesempatan ini, kemudian dimanfaatkan oleh anggota Komisi XI Eva Kusuma Sundari untuk menyampaikan surat terbuka untuk Parlemen Myanmar untuk mendorong Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan kasus Rohingya.

 

“Ini surat ditandatangani 27 anggota DPR yang tadi pagi dimobilisasi. Harapannya Parlemen Myanmar bisa aktif mendorong pemerintah untuk menghentikan pembakaran desa-desa dan kekerasan yang berlangsung di sana. Tidak ada development tanpa peace, konflik harus dihentikan,” tutup Eva. (hs/sc)/foto:jaka/iw.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
PSBI Mampu Tekan Inflasi Daerah
23-11-2017 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI Elviana yakin bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) mampu menekan laju inflasi di daerah. Ini merupakan terobosan...
PSBI Harus Tingkatkan Kesejahteraan Petani
23-11-2017 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Sukiman menegaskan bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang ada...
BI Diharapkan Mampu Angkat Taraf Hidup Masyarakat Daerah
21-11-2017 / KOMISI XI
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan berharap kehadiran Kanwil Bank Indonesia di masing-masing provinsi mampu mendorong peningkatan...
Usulan KEK Meikarta Berpotensi Merugikan Keuangan Negara
20-11-2017 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menyatakan penolakannya terhadap pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah Bekasi, Karawang,...