Masyarakat Terima Informasi Tak Utuh tentang Penataan Kawasan Parlemen

20-09-2017 / B.U.R.T.

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR-RI Anthon Sihombing mengatakan, pelaksanaan Seminar Nasional  Rencana Pengembangan Kawasan Parlemen “ Pembangunan Alun-alun Demokrasi dan Gedung DPR kali ini dilatarbelakangi munculnya pro-kontra rencana pembangunan gedung DPR. Wacana itu muncul dan bergulir sejak DPR periode 2004-2009 yang merupakan salah satu grand design penataan kawasan parlemen yang telah direkomendasikan oleh Tim Peningkatan Kinerja Parlemen.

 

Menyampaikan sambutan pada seminar yang digelar di Ruang Abdul Muis Gedung Nusantara, Senayan, Rabu (20/9), lebih lanjut Anthon mengatakan, gagasan itu ditindaklanjuti oleh DPR 2009-2014 yang terhenti di tahun 2011 hingga DPR periode sekarang melalui Pembentukan Tim Implementasi Reformasi DPR-RI 2014-2019. Tim ini menyampaikan rekomendasi Renstra DPR tahun 2015-2019 sehingga menjadi agenda prioritas DPR sekarang ini.

 

Menurut politisi Golkar ini, seminar kali ini mendiskusikan rekomendasi Tim Implementasi Reformasi DPR yaitu pembangunan alun-alun dan gedung DPR. “ Kami memandang masyarakat memperoleh informasi yang kurang utuh tentang penataan kawasan parlemen. Karena itu seminar ini diharapkan memberi  penjelasan kepada pemangku kepentingan mengenai pentingnya alun-alun demokrasi dan Gedung DPR,” jelas Anthon.

 

Selain itu melalui acara ini dapat muncul persepsi obyektif dari masyarakat sehubungan rencana pembangunan alun-alun demokrasi dan gedung DPR sehingga dapat membangun memori politik bangsa mengenai pentingnya sarana demokrasi di Indonesia yang kita cintai ini.

 

Kepada nara sumber dia menyampaikan terima kasih yang telah memberikan sumbangsih pemikiran juga kepada Sekjen dan Kepala Badan Keahlian DPR atas terselenggaranya acara ini.

 

Hadir dalam seminar nasional ini perwakilan dari Dirjen Anggaran Kemenku, Dirjen Cipta Karya KemenPU-PR, Sebastian Salang dari Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) serta mahasiswa yang tergabung beberapa BEM se Jabodetabek. Dalam acara ini diundang pula perwakilan Indonesia Corruption Watch (ICW) namun berhalangan hadir.

 

Sebagai moderator seminar ini mantan anggota DPR Dedy Gumelar yang akrab dipanggil Miing mempertanyakan, mengapa persepsi “public” asal dengar bangun gedung DPR soundnya negatif. “Apakah ketidakpercayaan kepada anggota DPR padahal yang membangun pemerintah dan anggota DPR cuma ngisi doang. Belum tentu yang ngisi gedung baru anggota DPR sekarang karena belum tentu terpilih lagi,” tukasnya (mp,ria) Foto: Jayadi/jk


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tenaga Medis RS Kasih Ibu Surakarta Cukup Memadai
06-04-2018 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Anthon Sihombing menilai tenaga medis Rumah Sakit Kasih Ibu di Surakarta, Jawa Tengah sudah...
BURT DPR Apresiasi Database yang Dimiliki RS Kasih Ibu Surakarta
06-04-2018 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Hasrul Azwar mengapresiasi database peserta Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), khususnya Anggota...
Fasilitas RS Kasih Ibu Surakarta Penuhi Syarat Layani Peserta Jamkestama
06-04-2018 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Novita Wijayanti menilai, fasilitas Rumah Sakit Kasih Ibu di Surakarta, Jawa...
Legislator Harapkan Kerja Sama Jasindo Minimal dengan RS Tipe B
06-04-2018 / B.U.R.T.
Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Fauzih H. Amro mengharapkan kerjasama PT. Asuransi Jasindo dengan rumah sakit provider...