Makassar New Port Bisa Seimbangkan Ekonomi Indonesia

22-09-2017 / PANITIA KHUSUS

Pembangunan Makassar New Port (MNP) diharapkan banyak pihak bisa mewujudkan keseimbangan ekonomi antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur. Hal tersebut dipaparkan secara bersamaan oleh Pimpinan Pansus Pelindo Rieke Diah Pitaloka dan Direktur SDM dan Umum Pelindo IV Riman Sulaiman Duyoh, di Makassar, Rabu (20/9/2017). 

 

Rieke mengungkapkan dukungannya kepada PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dalam memberikan kontribusi terbaiknya untuk pembangunan ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Dia mengharapkan Indonesia Timur dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap sektor maritim Indonesia.

 

"Kita mendukung Pelindo IV untuk memberikan kontribusi terbaiknya, untuk membangun ekonomi di wilayah Timur Indonesia. Harus ada keseimbangan pembangunan antara barat dengan timur," ungkap Rieke. 

 

Sementara itu Riman mejelaskan, bahwa pembangunan Makassar New Port berdasar pada kebutuhan kapasitas yang semakin besar. "Sebenernya kita membangun ini karena kebutuhan kapasitas sudah semakin besar, sementara potensi Indonesia Timur luar biasa. Kira-kira nanti akan bisa seimbang antara timur dengan barat," jelasnya. 

 

Menurut PT Pelindo IV, saat ini pengerjaan fisik proyek Makassar New Port atau MNP tahap I telah mencapai 28,18% pada posisi per akhir Juli 2017. Pada 2018 ditargetkan pengerjaan tahap I sudah selesai. Realisasi fisik MNP tersebut merupakan komulatif dari seluruh paket pengerjaan proyek yang menelan investasi sekitar Rp1,8 triliun.

 

Secara terperinci, pada proyek MNP tahap I itu terdiri dari paket A dengan realisasi sebesar 36,46%, kemudian paket B 25,72% serta paket C yang berada pada posisi 27,46%.

 

Adapun pada paket A, kegiatan fisik yang dilakukan di antaranya reklamasi lahan untuk penggantian tanah lunak atau soil replacement serta produksi besi pondasi secant pile untuk dermaga. Kemudian untuk paket B meliputi kegiatan pembuatan beton L-Shape dalam rangkaian struktur penahan tanah, produksi material pemecah ombak serta termasuk pula reklamasi pada beberapa bagian.

 

Adapun, pengerjaan proyek MNP Tahap I paket A terdiri dari pembangunan causeway, dermaga, lapangan penumpukan peti kemas dan breakwater yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta TEUs.

 

Pada paket B meliputi reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan peti kemas sekitar lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan dengan kedalaman 16,0 mLWS. Sementara itu, untuk untuk paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter. (eko). Foto:Eko/jk


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tembakau Banyak Manfaatnya, Perlu Dilindungi UU
14-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Mukhamad Misbakhun menuturkan, tembakau telah memberikan manfaat, terutama dibidang ekonomi dan lapangan pekerjaan, sehingga...
Perlu Sinergitas DPR dan Pemerintah Guna Selesaikan RUU Pertembakauan
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan Firman Soebagyo berharap kepada pemerintah untuk setia dalam menjalin komunikasi yang baik...
Perlu Regulasi Atur Pemanfaatan Tembakau
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Hendrawan Supratikno akan terus mendorong pembahasan RUU Pertembakauan. Hal ini penting, karena sektor...
Isu Tembakau Rentan Disusupi Asing
08-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Bila negara tak melindungi industri tembakau nasional, maka isu ini akan rentan disusupi asing lewat lembaga swadaya asing yang ada...