Banggar Terima Aspirasi Koalisi Masyarakat Percepatan Perhutanan Sosial

06-10-2017 / BADAN ANGGARAN

Badan Anggaran DPR RI menerima audiensi Koalisi Masyarakat Sipil untuk Percepatan Perhutanan Sosial terkait perhutanan sosial yang merupakan program prioritas nasional dan mandat RPJMN 2015-2019 untuk mencapai 12,7 juta hektar akses kelola masyarakat.

 

Ketua Rombongan Roy Salam menuturkan sejumlah poin terkait capaian perhutanan sosial yang masih rendah dan jauh dari target yang direncanakan.”Hingga kini hanya tercapai kurang dari 5 persen dari 12,7 juta hektar,” ujar Roy, Jumat (06/10/2017).

 

Roy juga menuturkan sejumlah persoalan anggaran yang ada di APBN belum menjangkau kebutuhan biaya penyiapan perhutanan sosial di lapangan. Pada tahun 2017 ini, jumlah belanja untuk output luas hutan yang dikelola masyarakat sebesar Rp 32,67 miliar dengan target kinerja 330.000 hektar. Karena itu, rata-rata anggaran per hektar adalah Rp 99.000,-

 

“Sementara hitungan anggaran oleh koalisi masyarakat sipil, kebutuhan alokasi anggaran untuk percepatan perhutanan sosial sebesar Rp 4,15 triliun, sehingga diperlukan terobosan anggaran,” terang Roy.

 

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin menyambut baik usulan ini dan akan coba didalami untuk selanjutkan disampaikan dalam rapat kerja dengan pemerintah. “Ini jadi masukan dan catatan,” sambung Azis.

 

Ada tiga usulan yang disampaikan masyarakat sipil, yakni pemanfaatan dana reboisasi yang mengendap, memasukan komponen perhutanan sosial dalam UU APBN 2018 tentang Penggunaan Dana Reboisasi dan revisi PP no 3 Tahun 2002 tentang Dana Reboisasi. (hs)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Banggar DPR Terima Konsultasi DPRD Pesisir Selatan
08-11-2018 / BADAN ANGGARAN
Staf Ahli Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Handi Risza menerima kunjungan konsultasi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Pimpinan Banggar DPRD Kabupaten...
Postur APBN 2019 Akan Dibawa Dalam Rapat Paripurna
30-10-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran DPR telah menyepakati postur RAPBN 2019 untuk dibawa ke Rapat Paripurna pada esok hari. Berdasarkan kesepatan yang diperoleh...
Fundamental Ekonomi Indonesia Cukup Kuat
23-10-2018 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid menilai Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat walau rupiah mengalami pelemahan....
Pemerintah Tidak Mau Subsidi Premium dan Pertalite
18-10-2018 / BADAN ANGGARAN
Anggota Banggar DPR RI Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan alasan pemerintah yang tidak mau mengalah untuk memberikan subsidi bagi premiun dan...