Bengkulu Kaya Potensi Wisata Sejarah dan Cagar Budaya

14-11-2017 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Wiryanti Sukamdani saat memimpin mengheningkan cipta. Foto: Odjie/od

 

Anggota Komisi X DPR RI Wiryanti Sukamdani menyatakan kekagumannya terhadap potensi pariwisata sejarah yang ada di Bengkulu, termasuk wisata ketokohan seperti, Rumah Pengasingan Soekarno, Rumah Fatmawati, Benteng Fort Marlborough serta budaya tahunan Tabot yang telah masuk event Wonderful Indonesia.

 

Hal tersebut diungkapkan Wiryanti usai mengunjungi Rumah Pengasingan Soekarno yang terletak di Pusat Kota Bengkulu, Senin (13/11/2017). Sebelumnya politisi senior PDI Perjuangan ini juga memimpin acara mengheningkan cipta di Rumah Pengasingan Soekarno sesaat sebelum Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR meninjau kondisi salah satu cagar budaya nasional tersebut.

 

“Rumah pengasingan ini saksi sejarah yang harus dilestarikan agar generasi muda milenial juga mengetahui sejarah seorang proklamator bangsa ini," ungkap Wiryanti.

 

Politisi Dapil DKI Jakarta I ini juga mengapresiasi keberpihakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah menganggarkan  bantuan senilai Rp 11 milyar untuk Bengkulu pada Tahun anggaran 2018.

 

"Jika rencana besar Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membuat film Fatmawati dan Bunga Rafflesia, betul-betul bisa terwujud, tentunya akan membakar semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

 

Dari Kunker Komisi X DPR RI ke Bengkulu ini, selain telah mendengarkan setiap permasalahan dalam wilayah Bengkulu secara terperinci yang menjadi mitra kerjanya, juga akan berupaya memperjuangkannya di tingkat pusat.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah atas nama Pemprov Bengkulu memberikan apresiasi atas perhatian dari Komisi X DPR RI.

 

Bahkan dalam kesempatan itu, pihaknya telah menyampaikan potensi kepariwisataan, pemuda dan olahraga, termasuk pengembangan ekonomi kreatif dan perguruan tinggi, diantaranya, status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), dan pengembangan Universitas Bengkulu (UNIB) membuat Fakultas Pertanian di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.

 

“Saya juga sudah menyampaikan, event daerah yang perlu mendapatkan support dari pemerintah pusat, yakni Wonderful Bengkulu yang disingkronkan dengan Wonderful Indonesia, serta masalah penggajian guru SMA dan tenaga honorer,” pungkasnya. (naefuroji/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X DPR Uji Publik RUU Ekonomi Kreatif di D.I Yogyakarta
19-12-2018 / KOMISI X
Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR menjaring masukan terkait RUU Ekonomi Kreatif dari para pelaku ekonomi kreatif dan akademisi, baik...
Komisi X Gelar Pertemuan dengan Gubernur Sumsel
18-12-2018 / KOMISI X
Tim Kunjungan Kerja Reses (Kunker) Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menggelar...
Pengangkatan PNS Jangan Dipolitisir oleh Calon Kepala Daerah
18-12-2018 / KOMISI X
Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amaliah mengharapkan, persoalan Pengangkatan PNS tidak dipolitisir oleh Calon Kepala...
Komisi X Gali Masukan RUU Ekraf di Sulsel
18-12-2018 / KOMISI X
Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI menggali masukan dari Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan serta beberapa...