Kasriyah Dorong Terciptanya Regenerasi Petani

14-11-2017 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR, Kasriyah bersama masyarakat petani di Dapilnya. Foto: Dok/jk

 

 

Generasi muda Indonesia semakin banyak yang menjauhi profesi sebagai petani, bahkan di kalangan mahasiswa lulusan fakultas pertanian itu sendiri. Atas kondisi ini, anggota Komisi IV DPR RI Kasriyah menghimbau kepada masyarakat petani, khususnya anak-anak petani agar jangan meninggalkan sektor pertanian. Karena sektor pertanian pada saat ini tidak lagi seperti pertanian dulu, yang memakai cangkul, arit, dan sebagainya. Sekarang sudah muncul pertanian berbasis teknologi.

 

“Jadi kesan yang timbul juga sudah berbeda. Profesi petani dianggap kurang mampu dan berkubang  lumpur, menyebabkan jarang sekali anak muda sekarang yang mau turun seperti itu lagi. Yang diinginkannya sekarang lulus kuliah, kerja di perusahaan besar dengan pakaian rapi, berdasi, necis dengan sepatu mengkilat,” ucap Kasriyah dalam berita rilisnya, Selasa (14/11).

 

Kasriyah menyatakan, sekarang alat pertanian yang ada sudah modern, teknologinya sudah bagus. Indonesia harus mempertahankan hasil pertanian yang berkualitas dan mampu mewujudkan kemandirian pangan, supaya tidak lagi melakukan impor dari luar.

 

“Oleh karena itu saya mendorong mahasiswa dan pemuda untuk betul-betul terjun ke bidang pertanian, sehingga ada regenerasi petani, agar sektor pertanian kita semakin maju dan mandiri. Karena menurut saya untuk memajukan bidang pertanian itu ada dua yang harus kita benahi, yaitu inovasi dan teknologi pertanian,“ ujar politisi Fraksi PPP itu.

 

Kasriyah mengajak para pemuda agar termotivasi menjadi petani atau penyuluh pertanian guna mengatasi masalah pertanian di daerah. Ia juga menegaskan agar jangan pernah malu untuk berprofesi sebagai petani.

 

Seperti halnya di Kalimantan, lanjutnya, banyak lahan pertanian yang masih kosong dan masih banyak program lahan cetak sawah yang mesti didorong agar bisa menjadi pengekspor padi.

 

“Kalau kemarin kita disuplai dari Thailand, Vietnam, sekarang ayo kita yang ekspor juga hasil pangan kita, paling tidak ke negara tetangga. Dalam kesempatan ini saya juga memberikan bantuan Alat Pertanian Combine Harvester, yang notabene teknologi pertanian terbarukan. Fungsinya untuk memotong padi dengan proses yang cepat. Oleh sebeb itu diperlukan operator yg pandai mengoperasikan, kalau tidak tahu penggunaannya maka alatnya bisa cepat rusak,” paparnya.

 

Kasriyah mengatakan, saat ini sektor pertanian sangat membutuhkan regerasi Sumber Daya Manusia terdidik yang lebih baik, profesional, dan mau membangun. Sekolah pertanian di Indonesia sekarang sudah banyak, pendidikan pertanian juga sudah sesuai perkembangan zaman. Semua bisa  mempelajari buku tentang pertanian di perpustakaan dan internet, tentang bagaimana cara mencegah penyakit dan menanam.

 

“Oleh karenanya saya mendorong para pemuda, khususnya alumnus pertanian untuk kembali giat terjun di pertanian dan betul-betul membangun pertanian Indonesia agar menjadi lebih baik lagi, mari kita benahi dan pikirkan solusinya bersama-sama. Sejalan dengan itu, kita juga mendukung salah satu program nawa cita yaitu sektor pertanian,” pungkasnya. (dep,mp).


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Impor Kakao Terjadi Karena Produksi Dalam Negeri Rendah
22-02-2018 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono menyayangkan masih tingginya angka impor komoditi kakao akibat penurunan produksi dari perkebunan...
DPR Sesalkan Adanya 92 Titik Api di Sebagian Lahan Hutan Indonesia
22-02-2018 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Darori menyesalkan adanya 92 titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan (hutan) di Kalimantan Barat,...
Pasokan Pupuk di Bali Dinilai Aman
22-02-2018 / KOMISI IV
{Tim Komisi IV DP saat meninjau gudang pupuk PT. Pupuk Petrokimia di Desa Kediri Kab. Tabanan Bali, foto : ryan/hr] Komisi...
Stok Beras di Bali Aman
22-02-2018 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI menilai, kondisi beras dan stok beras yang ada di Gudang Bulog Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali dalam...