Pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan RUU tentang Karantina Kesehatan Diperpanjang

05-12-2017 / PARIPURNA

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di mintai keterangan oleh sejumlah wartawan usai Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan.Foto : Runi/Rni

 

Pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan RUU tentang Karantina Kesehatan diperpanjang. Hal itu disetujui usai Pimpinan kedua Pansus pada Rapat Konsultasi Pengganti Bamus, Senin (4/12/2017) kemarin, meminta perpanjangan waktu.

 

“Apakah perpanjangan waktu pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan RUU tentang Karantina Kesehatan dapat kita setujui?” tanya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kepada seluruh Anggota Dewan yang hadir pada Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017). Jawaban ‘Setuju’ pun terdengar.

 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi’i mengatakan, sudah tidak permasalahan krusial dan perdebatan di internal Pansus. Menurutnya, justru pemerintah yang belum satu kata.

 

“Sebenarnya, kita mau pemerintah satu kata dulu, baru bertemu dengan Pansus. Perdebatan itu terjadi di internal mereka. Di internal Pansus DPR, malah tidak ada masalah. Secara teknis rancangan kita sudah selesai,” mantap politisi F-Gerindra itu.

 

Syafi’i menilai, masih ada beberapa permasalahan di internal pemerintah yang belum menemui titik temu. Misalnya, terkait pelibatan TNI, pemerintah belum selesai membahasnya.

 

“Kita sudah beberapa kali mengundang pemerintah, tapi pemerintah meminta waktu untuk konsolidasi. Kita terus undang rapat atau konsinyering, pemerintah minta waktu,” imbuh politisi asal dapil Sumatera Utara itu.

 

Sementara terkait pembahasan RUU Karantina Kesehatan, Wakil Ketua Badan Legislasi Firman Subagyo mengatakan, sebenarnya dalam pembahasan ini sudah tidak permasalahan lagi. Semangat dari RUU ini bahwa semua karantina itu merupakan kebutuhan mendasar. Di negara manapun, karantina menjad garda terdepan.

 

Namun Firman melihat, pembahasan RUU Karantina Kesehatan bisa saja tidak dilanjutkan, namun pembahasannya akan disatukan pada pembahasan untuk membentuk sebuah Badan Nasional Karantina.

 

“Atau, pembahasan RUU itu tetap kita lanjutkan, namun ada norma-norma yang mengamanatkan dan menginstruksikan agar pemerintah segera membentuk Badan Nasional Karantina,” tandas politisi F-PG itu.

 

Firman berharap, pada tahun depan tercipta kesepakatan. Penggabungan ini sejalan dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah. Apalagi, badan-badan yang tidak efektif, agar tidak dilanjutkan. Namun untuk badan yang dapat disinergikan, dapat dilanjutkan.

 

“Sehingga, kita tidak membentuk badan baru. Tapi menggabungkan badan-badan yang terdapat di beberapa kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kementerian Kesehatan,” imbuh politisi asal dapil Jawa Tengah itu. (sf,mp).


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pelantikan Ketua DPR Baru Disambut Gembira
15-01-2018 / PARIPURNA
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena menyambut gembira Pelantikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, menggantikan Setya Novanto. Dalam...
Bambang Soesatyo: Jabatan Ketua DPR Sebagai Amanah
15-01-2018 / PARIPURNA
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa jabatan yang baru diembannya ini sebagai amanah untuk...
Bambang Soesatyo Resmi Duduki Jabatan Ketua DPR RI
15-01-2018 / PARIPURNA
Bambang Soesatyo, yang populer juga dikenal dengan Bamsoet akhirnya resmi menduduki kursi Ketua DPR RI, setelah dilantik dan diambil sumpahnya...
Ketua DPR RI Baru Lantik Anggota PAW
15-01-2018 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melantik anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI Periode 2014–2019 dalam Rapat Paripurna ke-16 Masa...