Tindakan Trump Ganggu Kedamaian Dunia

11-12-2017 / PARIPURNA
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis. foto:arief/afr
 
 
 
Saat ini Pelestina sedang menjadi hot spot atau kondisi wilayah yang paling panas di dunia sesudah Korea Utara dan Ukraina. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa Yerusalem adalah Ibukota  Israel, dan AS akan mendirikan kedutaan besarnya di sana, mendapat kecaman dan tentangan keras dari umat di seluruh dunia.
 
 
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mengatakan,  dalam Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
 
 
"Salah satu tempat yang akan dijadikan Kedutaan Amerika itu adalah kepunyaan seorang syekh Toriqot Naqsabandiyah. Jadi jelas tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, seluruh dunia juga menentang keputusan itu," ujar Iskan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12).
 
 
Menurut Iskan, tindakan Donald Trump telah membuat dunia tidak damai, dan suasana kembali menjadi sangat panas. "Hal ini tidak akan berhenti, karena keadilan harus ditegakkan di muka bumi," tegasnya.
 
 
Iskan mengatakan bahwa persoalan ini juga membahayakan bagi Eropa, karena dapat memancing Rusia untuk ikut serta masuk ke Timur Tengah dan persoalan itu akan semakin rumit nantinya. 
 
 
"Kita akan mengusulkan kepada pemerintah terkait masalah ini, sebab persoalan politik luar negeri dibawah kewenangan Presiden. Tetapi kita akan tetap melihat perkembangannya, karena masalah ini sudah menjadi isu internasional yang mendapat perhatian dunia," pungkasnya. (dep,mp) 

  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Beri Catatan dan Dukungan pada KEM-PPKF 2019 Usulan Pemerintah
31-05-2018 / PARIPURNA
Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah membacakan pandangan atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran...
Diperlukan Konsensus Bersama Jalankan Roda Perekonomian Indonesia
31-05-2018 / PARIPURNA
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam memberikan apresiasi terhadap salah satu bagian dari jawaban pemerintah yang dibacakan Menteri...
Pemerintah Yakini Tax Ratio 2019 Capai 11,4-11,9 Persen
31-05-2018 / PARIPURNA
Pemerintah meyakini tax ratio atau penerimaan pajak tahun 2019 bisa mencapai 11,4 hingga 11,9 persen. Optimisme pemerintah ini didasari oleh...
Perekonomian 2019 Membaik, Pertumbuhan Capai 5,8 Persen
31-05-2018 / PARIPURNA
Perekonomian nasional di tahun 2019 memiliki potensi yang sangat baik, sehingga pertumbuhan ekonomi pun bisa mencapai pada kisaran 5,4-5,8 persen....