GKSB DPR RI-Parlemen Jepang Terima Kunjungan Wakil Menlu Jepang

19-12-2017 / B.K.S.A.P.

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI- Parlemen Jepang  Aryo P.S. Djojohadikusumo (kanan) menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Mr. Iwao Horii (kiri) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12). Foto: Jayadi

 

 

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI- Parlemen Jepang  Aryo P.S. Djojohadikusumo didampingi Anggota GKSB Fary Djemy Francis dan Sjarifuddin Hasan menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Mr. Iwao Horii di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Pada kesempatan tersebut Aryo menyampaikan bahwa negara Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia.

 

Aryo mengajak pemerintah dan seluruh warga negara Jepang untuk ikut mengecam segala bentuk aksi unilateral yang sedang hangat saat ini, yaitu mengenai pengakuan Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Menurutnya, apapun solusi untuk konflik antara Israel dan Palestina harus diselesaikan secara damai.

 

“Kami menyampaikan kepada pemerintah Jepang bahwa kami ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan kami juga berharap Jepang dapat membantu melaksanakan perdamaian di Timur Tengah,” ucap Aryo, Selasa (19/12).

 

Hubungan antara negara Indonesia dengan Jepang lanjutnya, sangat hangat,  Aryo menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Jepang atas bantuannya selama ini dalam bentuk finansial terhadap berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.

 

“Saya berharap Indonesia dan Jepang dapat bersama-sama membangun hubungan yang lebih baik, dan kami juga ingin mengajak pemerintah Jepang untuk dapat berinvestasi lebih banyak lagi di Indonesia,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Iwao Horii menegaskan bahwa keberadaan Grup Kerja sama Bilateral (GKSB) Jepang DPR RI memiliki peran yang sangat penting dalam hubungan antara kedua negara.

 

Iwao Horii menjelaskan, saat ini Perdana Menteri Jepang tengah mendorong strategi kerja sama Indo-Pasifik  yang bebas dan terbuka. Strategi tersebut mempunyai banyak kesamaan dengan konsep poros maritim dunia di Indonesia. Oleh karenanya Iwao Horii berharap bisa dilakukan sebuah kolaborasi supaya tercipta suatu sinergi antara Jepang dan Indonesia.

 

“Saya harap kita bisa bekerja sama, khususnya pada bidang kelautan untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum," ujarnya.

 

Terkait persoalan yang sedang terjadi di Palestina, Iwao Horii mengatakan bahwa Jepang telah berhubungan lama dengan Palestina. Jepang juga akan ikut berusaha agar terwujud perdamaian di Palestina.“Posisi Jepang sama dengan negara internasional lainnya. Kerja sama internasional sangat penting dibangun dalam menghadapi isu ini," katanya menegaskan. (dep,mp)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Maroko Tawarkan Kerja Sama Pertanian
18-01-2018 / B.K.S.A.P.
Maroko ternyata memiliki pabrik pembuatan pupuk yang sangat baik dan modern. Kemajuan pertanian Maroko bisa dicontoh oleh Indonesia. Untuk itu,...
Kerja Sama Pariwisata Indonesia-Maroko Segera Ditingkatkan
18-01-2018 / B.K.S.A.P.
Dua negara, Indonesia dan Maroko memiliki destinasi pariwisata yang sama-sama luar biasa. Maroko merupakan pintu gerbang Afrika dan Eropa. Indonesia...
DPR Apresiasi Pemerintah Terapkan Tarif Nol Untuk Produk Palestina
10-01-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang telah menetapkan tarif...
Indonesia Akan Usulkan Amandemen Statuta Konsensus AIPA
10-01-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menilai paham konsensus sudah tidak relevan lagi...