BKSAP DPR Ingatkan : Campur Tangan Asing di Iran Akan Perburuk Krisis

04-01-2018 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf. foto :runi/rni

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf prihatin atas krisis yang tengah terjadi di Iran. Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini  mendukung penuh pemerintah Iran untuk segera menuntaskan masalah dalam negerinya secara damai tanpa menggunakan kekerasan.

 

“Saya mendorong dan mendukung pemerintah Iran dapat segera menyelesaikan krisis yang sedang terjadi secara damai. Saya mengharapkan kekerasan di sana segera mereda. Saya percaya Iran dapat secepatnya keluar dari krisis itu,” harap Presiden Geneva Council on International Affairs and Development (GCIAD) tersebut.

 

Lebih lanjut perempuan yang juga Presiden International Humanitarian Law di Inter-Parliamentary Union ini menolak keras campur asing atas kiris Iran. Ia  menilai campur tangan asing atas krisis di Negeri Mullah tersebut akan mengeskalasi krisis ke arah yang lebih buruk, terutama berdampak buruk terhadap perempuan dan anak-anak. “Saya menekankan pentingnya perlindungan atas kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan saat konflik berlangsung,” kata dia mengingatkan.   

 

Perempuan yang pernah menjabat dua kali sebagai Presiden Parlemen Perempuan Parlemen Dunia itu kemudian menegaskan, “Sikap kita sangat jelas. Kita menolak segala bentuk campur tangan asing di Iran dan wilayah manapun. Beberapa negara kawasan di sana membuktikan bagaimana campur tangan asing justru memperburuk situasi, bukan memberikan solusi.” tegasnya.

 

Legislator yang saat ini menjabat Ambassador Woman Political Leader Global Forum (WPL)  itu meminta pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada Iran dalam upaya menyelesaikan kiris yang meletus sejak 28 Desember 2017 lalu. “Sebagai negara Muslim terbesar, demikian juga negara yang berpengaruh di OKI, pemerintah seharusnya cepat merespon yang tengah terjadi di Iran dengan memberikan dukungan penuh agar pemerintah Iran dapat menyelesaikan krisis tanpa campur tangan asing. Saya sarankan presiden kita telpon langsung Presiden Iran,” imbuh Wakil Ketua DPP Partai Demokrat tersebut.

 

Pada sisi lain, legislator daerah pemilihan Jawa Timur 5 (Malang Raya) tersebut menyampaikan bahwa Parlemen Indonesia dapat berkontribusi dalam upaya menyelesaikan krisis di Iran. “DPR dan parlemen Iran tergabung dalam Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC), yaitu parlemen negara-negara OKI. Pada forum itu kita akan sampaikan dukungan penuh kepada pemerintah Iran. Kita juga akan tolak campur tangan asing apapun bentuknya. Sikap ini kita  tunjukkan dengan hadir pada konferensi PUIC ke-13 pada pekan depan di Tehran,” pungkasnya. (sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Indonesia Desak Status Kewarganegaraan Rohingya di IPU
16-10-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar mendesak agar Pemerintah Myanmar segera memberikan status kewarganegaraan...
DPR Apresiasi Bantuan Venezuela Untuk Korban Bencana Sulteng
09-10-2018 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mohamad Hekal menerima Duta Besar Venezuela untuk IndonesiaGladys Fransisca Urbaneja Duran,...
Partisipasi Politik Perempuan Harus Ditingkatkan
08-10-2018 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dwie Aroem Hadiatie pada Sidang Komisi Sosial dan Budaya, Asian Parliamentary...
Parlemen Asia Pastikan Akses Layanan Kesehatan
08-10-2018 / B.K.S.A.P.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mendesak agar semua parlemen-parlemen di Asia untuk memberi perhatian pada akses layanan kesehatan publik...