BKSAP Apresiasi Iran Selesaikan Demonstrasi Anti Pemerintah

08-01-2018 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf (kanan) menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi Nasrabadi (kiri), dalam kunjungan kali ini DPR RI mengapresiasi Iran telah menyelesaikan gejolak politik dalam  negerinya yang berujung pada demonstrasi anti pemerintah tanpa intervensi negara lain, Senayan, Jakarta, Senin (08/01/2018). foto: Jayadi

 

 

 

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengapresiasi Iran telah menyelesaikan gejolak politik dalam  negerinya yang berujung pada demonstrasi anti pemerintah tanpa intervensi negara lain.

 

Demikian dikemukakan Nurhayati saat menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi Nasrabadi di ruang kerjanya, Senayan, Jakarta, Senin (08/01/2018).

 

“Dubes Iran mengatakan bahwa demonstrasi telah berakhir dan kita sangat mengapresiasi langkah pemerintah Iran dalam menyelesaikan masalah dalam negerinya tanpa ada intervensi dari pihak lain,” ujar Nurhayati.

 

Nurhayati menambahkan, Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas dan aktif selalu akan memberikan dukungannya kepada Iran untuk menyelesaikan pelbagai permasalahan dalam negerinya tanpa campur tangan pihak lain. Mengingat, Iran adalah negara yang berdaulat.

 

Selain menanyakan kondisi terkini di Iran pasca aksi protes anti pemerintah, politisi dari F-Demokrat ini juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadiri sidang PUIC (Parliament Union of the Organization of Islamic Cooperation) yang dijadwalkan akan berlangsung pada 13 – 18 Januari 2018 mendatang di Teheran.

 

Menurut Nurhayati, salah satu yang agenda utama dalam sidang tersebut ialah pemilihan Sekretaris Jenderal PUIC. Karenanya, Indonesia melalui diplomasi parlemennya, berkomitmen akan membawa sebuah resolusi untuk perbaikan fokus kerja PUIC ke depannya. Sehingga, PUIC dapat menjadi mediator atau penengah bagi negara Islam yang tengah konflik satu sama lain.

 

“Kami sepakat bahwa pemilihan Sekjen PUIC tidak berdasarkan geopolitical group, tapi dipilih dari negara manapun yang mumpuni. Kami juga berharap, dengan adanya organisasi ini, kerja sama negara islam akan terjalin lebih baik. Bersama-sama bisa melakukan konsultasi dan musyawarah untuk kebaikan bersama dan mencapai kesejateraan khususnya untuk umat Islam,” tutup legislator dari dapil Jatim V ini. (ann/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Maroko Tawarkan Kerja Sama Pertanian
18-01-2018 / B.K.S.A.P.
Maroko ternyata memiliki pabrik pembuatan pupuk yang sangat baik dan modern. Kemajuan pertanian Maroko bisa dicontoh oleh Indonesia. Untuk itu,...
Kerja Sama Pariwisata Indonesia-Maroko Segera Ditingkatkan
18-01-2018 / B.K.S.A.P.
Dua negara, Indonesia dan Maroko memiliki destinasi pariwisata yang sama-sama luar biasa. Maroko merupakan pintu gerbang Afrika dan Eropa. Indonesia...
DPR Apresiasi Pemerintah Terapkan Tarif Nol Untuk Produk Palestina
10-01-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang telah menetapkan tarif...
Indonesia Akan Usulkan Amandemen Statuta Konsensus AIPA
10-01-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menilai paham konsensus sudah tidak relevan lagi...